"Impor dari Spanyolnya 1,5 bulan yang lalu, bulan Januari. Kemarin mencoba 100 ton sudah masuk, sudah distribusi. Makanya saya mau tes market ternyata market suka," kata Djarot, di Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (23/2/2017).
Menurutnya, daging asal Spanyol merupakan daging yang sudah terkenal berkualitas bagus di Eropa. Selain itu, harga dagingnya juga murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, daging sapi asal Spanyol ini dijual ke pengusaha hotel, restoran, dan katering (Horeka). Berdasarkan laporan, kualitas daging tersebut bagus dan direspon baik oleh pasar.
"Ke Horeka yang agak besar kan saya test ke sana yang agak bagus karena mereka sedikit sensitif terhadap kualitas daging. Laporan yang saya terima, sudah selesai semua, artinya dagingnya kualitasnya mereka terima," ujar Djarot.
Namun, dia merahasiakan harga jual daging sapi asal Spanyol tersebut. Menurutnya harga daging sapi asal Spanyol ini lebih murah daripada daging asal Australia.
"Rahasia, tapi sedikit lebih murah dari Australia. Daging Australia yang beku tergantung bagiannya, Rp 45.000/kg ada CL 55 segitu. CL 95 Rp 70.000 ada," ujarnya.
Namun, Bulog belum ada rencana mengimpor lagi daging sapi asal Spanyol lagi karena harus melapor dulu respons pasar ke Kemendag dan Kementan.
"Belum ada rencana, saya belum lapor absobsi dari pasar. Nanti kalau saya laporkan mungkin beliau punya petimbangan," ungkapnya. (hns/hns)











































