Seorang pedagang sembako bernama Arianto, menjual cabai kering impor China. Cabai kering itu dibungkus dalam plastik agar lebih mudah ditunjukkan saat ada konsumen yang mencari.
Cabai kering itu diambil dari Pasar Induk Kramat Jati dengan harga antara Rp 45.000-Rp 50.000/kg. Lantas, kenapa Arianto menjual cabai kering asal China?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Cabai Kering Asal China Beredar di Jakarta, Ini Penampakannya
Arianto menjual cabai kering Rp 7.000 per ons, dan per kilogram dibanderol Rp 60.000. Bandingkan dengan harga cabai rawit merah yang tembus Rp 150.000/kg.
Alasan kedua, cabai kering dicari konsumen yang mayoritas pedagang makanan. Misalnya nasi uduk, warteg, dan pedagang makanan kaki lima.
Baca juga: Cabai Kering China Dijual Rp 7.000/Ons, Sekilo Rp 60.000
Mereka, kata Arianto, mencampur cabai kering ini dengan cabai segar. Ini dilakukan untuk menghemat biaya karena harga cabai rawit merah masih di atas Rp 100.000.
"Pedagang beli cabai kering untuk dicampur dengan cabai segar. Misalnya pedagang nasi uduk, pedagang kelas kaki lima, warteg," tutur Arianto. (hns/dna)











































