Bandara Kertajati Dijamin Tak Terkendala Masalah Lahan

Bandara Kertajati Dijamin Tak Terkendala Masalah Lahan

Tri Ispranoto - detikFinance
Jumat, 24 Feb 2017 19:28 WIB
Bandara Kertajati Dijamin Tak Terkendala Masalah Lahan
Foto: Erna Mardiana
Majalengka - Pembangunan proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati hingga kini masih berlangsung. Bahkan ditargetkan pada tahun 2018 mendatang bandara yang berada di Kabupaten Majalengka itu sudah mulai beroperasi

Bandara yang memakan lahan sekitar 1.800 hektar itu belum semua dibebaskan. Baru sekitar 60% dari total, yakni mencapai 1.000 hektar. Pada posisi sekarang, lahan yang sudah dibebaskan di sisi darat sudah mencapai 30,09%. Sementara untuk sisi udara diperkirakan sudah 80%.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), memastikan proses pembebasan lahan sudah berjalan baik. Bahkan insiden yang terjadi di Desa Sukamulya beberapa waktu lalu pun sudah terselesaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang tidak ada masalah. Pembebasan akan dilanjutkan. Tahun ini kita terakomodir di APBD perubahan 2017. Dan 2018 saya yakin selesai," kata Aher saat meninjau progres pembangunan BIJB Kertajati, Jumat (24/2/2017).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, bandara tersebut nantinya akan memiliki pangsa pasar yang luas. Hal itu disebabkan letak bandara yang berada di tengah Jawa Barat bisa mencakup penerbangan hingga masyarakat Jawa Tengah bagian barat.

"Ini nanti bisa untuk pesawat besar dan pangsa yang bear juga. Selama ini masyarakat Jabar dan Jateng bagian barat cukup jauh kalau ke bandara internasional," jelas Budi.

Pihaknya juga mengapresiasi Pemprov Jabar yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membangun mega proyek tersebut. Bahkan pembangunan pun kini dibantu pihak swasta sehingga bisa berjalan cepat.

Ke depan, kata Budi, dirinya bersama unsur Pemprov Jabar akan akan melakukan sinergitas dengan kementerian terkait agar nantinya bandara bisa langsung diakses melalui jalan tol yang ada saat ini, yakni Tol Cipali.

"Tanah (pembebasan) juga sudah diselesaikan dan bisa segera dilaksanakan (pembangunan). Yang lama itu pembebasan saja, kalau pembangunan cukup cepat tiga tahun," tuturnya.

Pihaknya berharap bandara tersebut bisa digunakan berbarengan dengan berbagai fasilitas pendukung seperti kawasan perekonomian, industri, dan jalan tol. "Sehingga nantinya kalau selesai bisa berfungsi secara baik," ucapnya. (ern/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads