Hal tersebut diungkapkan Kepala Kebijakan Fiskan Suahasil Nazara dalam acara Seminar of Aproaching Entrepreneurial World atau Seminar Pengembangan Wawasan Industri 2017 yang digelar oleh IMTI FTUI di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Sabtu (25/2/2017).
"Pertumbuhan ekonomi itu penting sama seperti wirausaha, kalau mau menjadi wirausaha, lihatlah Indonesia 25-30 tahun ke depan, jangan melihat Indonesia di hari kemarin," kata Suahasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terutama perkembangan teknologi, kata Suahasil, menjadi faktor penting dan terdapat banyak peluang usaha dari perkembangannya.
"Kalau sekarang perdagangan itu orang datang ke toko lalu bayar, ke depan tidak lagi bayar pakai cash, lama-lama pakai tinggal melambaikan HP, tinggal lewat uangnya terpotong, teknologi itu sudah kelihatan," tambahnya.
Pada 2045, Suahasil merinci penduduk Indonesia akan menjadi 930 juta dengan usia produktif sebanyak 52% yang setengahnya merupakan usia kerja. Lalu 75% masyarakat tinggal di kota, atau 3/4 penduduk Indonesia di 2045 itu merupakan kelas menengah yang memiliki kebitihan, permintaan dan pendapatan yang semakin besar.
Peluang menjadi wirausaha bagi generasi muda sekarang ini adalah dengan memberikan produk yang mampu menjawab permintaan, kebutuhan para kelompok kelas menengah di Indonesia.
"Kalau orang tua anda pergi ke mal mungkin carinya yang biasa saja, begitu income naik tapi cari yang macam-macam, bukan juga di mal, tapi di internet, anda harus menciptakan peluang itu, bukan barang komersial, tapi juga kesehatan, seperti dokter sekarang itu tidak bisa hanya kasih resep saja, kelas menengah ingin mendapat penjelasan, konsumen pendapatannya makin tinggi makin rewel," jelasnya.
"Semoga perkembangan teknologi yang cepat ini kalau mau jadi wirausaha yang baik harus mengenal perekonomian dari sekarang," tandasnya. (ang/ang)











































