Progres pengerjaan pembangunan Fase pertama atau lintasan kereta yang menghubungkan antara terminal 2 dan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu telah mencapai 60%.
Dari pembangunan tersebut, tampak pilar atau tiang penyangga untuk rangkaian jalur elevated sudah kokoh berdiri. Walau belum sepenuhnya, namun beberapa jalan yang akan menjadi track kereta pun juga tampak sudah terpasang dan terhubung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Angkasa Pura II |
Dengan ketinggian jalur sekitar 6-7 meter di atas jalan raya itu masih terus dikerjakan. Beberapa alat berat pun diturunkan dan siap merangkai jalur kereta tanpa awak tersebut.
Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, jalur tersebut nantinya akan dilewati oleh tiga unit trainset, dengan masing-masing trainset memiliki dua buah gerbong penumpang yang bisa berlari hingga 60 kilometer/jam.
"Skytrain ini dilengkapi sistem Automated Guideway Transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri atau self propelled. Kecepatan operasi skytrain ini dapat mencapai 60 km/jam," kata dia kepada detikFinance, Sabtu (25/2/2017).
Foto: Dok. Angkasa Pura II |
Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan dibangun skytrain ini ialah untuk mempermudah penumpang berpindah antar terminal, serta untuk menghubungkan setiap terminal ke stasiun kereta bandara. Selain itu penumpang juga dapat mempunyai kepastian waktu dalam menempuh jarak antar terminal.
Bahkan kata dia, pengunjung Bandara Soekarno-Hatta dapat dengan mudah mengetahui jadwal dari skytrain dengan menggunakan aplikasi Indonesia Airport yang dapat di akses melalui smartphone. Yang terpenting, penumpang pun dapat dengan gratis menggunakan moda transportasi antar terminal ini dengan cuma-cuma.
"Nanti (jadwal skytrain) bisa diakses di mobile apps Indonesia Airports. Masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini semua dengan gratis," tutupnya.
Foto: Dok. Angkasa Pura II |











































Foto: Dok. Angkasa Pura II
Foto: Dok. Angkasa Pura II
Foto: Dok. Angkasa Pura II