Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita, mengatakan pengusaha angkutan logistik mengaku sangat terganggu karena genangan banjir di beberapa ruas jalan, sehingga membuat banyak keterlambatan pengiriman.
Banjir bukan barang langka, melainkan terjadi hampir setiap tahun. Setiap ada banjir berarti kalangan dunia usaha kembali menelan kerugian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya sampai saat ini masih menghitung kerugian pengusaha angkutan logistik akibat dampak banjir tersebut. Namun yang pasti, keterlambatan satu atau dua hari bagi dunia usaha yang sangat besar dampaknya.
"Yang paling parah kira rasakan itu dari delay. Jadi yang banyak terlambat satu dua hari, harusnya barang sampai kemarin, tapi baru sampai hari ini. Soal perkiraan kerugian kita masih hitung," ujar Zaldy.
Menurut dia, dampak banjir paling parah yang paling dikeluhkan pengusaha yakni kemacetan parah di Jalan Pantura. Banjir selain memicu banyak kemacetan, juga banyak menimbulkan lubang-lubang jalan yang menganga di sepanjang nasional itu.
"Paling parah itu di Pantura dibanding wilayah-wilayah lain di Indonesia," pungkas Zaldy. (idr/mkj)











































