Menurut Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo adanya banjir tidak berdampak signifikan. Kecuali terhadap pangan yang memang sudah naik seperti cabai sebelum adanya banjir.
Menurutnya, harga cabai memang sudah naik sebelum adanya banjir karena tingginya curah hujan yang mempengaruhi stok cabai. Pasalnya, cabai di musim hujan memang lebih cepat busuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk beras, harga yang berlaku di pasar justru cenderung turun seiring dengan rendahnya harga gabah.
"Nampaknya tidak signifikan, apalagi harga beras, ada kecenderungan turun di musim panen ini karena ke faktor musim," ujar Sasmito.
Sementara itu, bawang merah dan tomat cenderung stabil. Namun, harga minyak goreng dan ikan cenderung naik.
"Bawang dan tomat stabil. Minyak goreng agak naik sedikit. Namun saya yakin sudah diantisipasi Pemerintah," ujar Sasmito.
Akan tetapi, ikan mengalami sedikit fluktuasi akibat banjir. Misalnya ikan kembung, sedangkan ikan bandeng cenderung turun karena hasil tambak ikan.
"Ikan bandeng cenderung turun, tapi ikan kembung cenderung naik jadi mixed," ujarnya.
Sasmito mengatakan, karena banjir sudah terjadi setiap tahun, kini para pengusaha sudah melakukan beberapa antisipasi. Oleh karena itu, dampaknya tidak signifikan.
"Karena banjir terjadi setiap tahun. Jadi faktor musim juga sehingga para pelaku usaha sudah antisipasinya. Selanjutnya dampak yang ada umumnya juga tidak signifikan," ujarnya. (mkj/mkj)











































