Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 27 Feb 2017 12:25 WIB

Raja Salman Tawarkan Saham BUMN Minyak Arab, Ini Kata Pengusaha

Yulida Medistiara - detikFinance
Raja Salman mampir di Malaysia (Foto: Reuters) Raja Salman mampir di Malaysia (Foto: Reuters)
Jakarta - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, akan berkunjung ke Indonesia sekaligus liburan di Bali pada akhir bulan ini. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani sektor pariwisata bisa berpeluang untuk menggaet turis asal Saudi.

Selama ini investasi asal negara timur tengah itu sangat minim. Menurutnya, Saudi sejak dulu lebih banyak bermitra dengan AS dan Eropa, akan tetapi dengan kunjungannya ke Indonesia bisa menjadi salah satu peluang bisnis G to G terkait bisnis perminyakan.

"Kunjungannya itu G to G. Kunjungan ini tidak melibatkan swasta. Ini saya sendiri tidak tahu persis. Ini murni dalam kaitan mau melihat potensi investasi di sini kerjasama atau mau roadshow untuk saham IPO Aramco itu. Kita tidak tahu dia yang mau masuk atau mau jual saham," ujar Hariyadi, saat dihubungi detikfinance, Senin (27/2/2017).

Terkait dengan rencana penawaran pembelian saham Aramco seperti yang ramai dibicarakan, menurut Hariyadi pengusaha Indonesia akan lebih tertarik membeli saham PT Freeport Indonesia jika nanti akhirnya PTFI mau melakukan divestasi saham hingga 51% dalam 10 tahun sejak berproduksi untuk perusahaan tambang pemegang IUPK Operasi Produksi.

Hal itu karena menurutnya pengusaha akan memilih investasi dalam negeri. Selain itu, faktor jarak pasti akan diperkirakan pengusaha.

"Kita saja setengah mati ngurusin dalam negeri. Masa ngurusin orang lain, mending duitnya dibuat ngurusin diri kita sendiri. Tapi misal Freeport divestasi, untuk orang lokal lebih menarik itu misal disuruh beli Aramco atau beli itu orang lebih tahu Freeport, mungkin loh ya mereka bagaimana pun juga mendahulukan investasi di indonesia," ujarnya.

Dalam kunjungan nanti, ia menilai Indonesia bisa menawarkan pengembangan proyek kilang di Cilacap. Selain itu juga sektor pariwisata.

Ia menilai selama ini turis asal Saudi ke Lombok, Jakarta, dan Bali meningkat. Selain itu, biaya yang murah, tempat wisata, dan warganya konsumtif sehingga kini Indonesia banyak dilirik turis asal Saudi.

"Selama ini mereka agak minat untuk investasi tidak begitu besar, tapi sebagai turis iya naik ada peningkatan kunjungan ke Bali, Lombok, Jakarta," ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui detail rencana kunjungan kerja Raja Salman. Hal itu karena pihak pengusaha swasta merasa tidak ada ruang untuk berbicara bisnis secara resmi. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com