Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 27 Feb 2017 18:14 WIB

Berharap Raja Salman Bangun Resor Skala Besar di Indonesia

Yulida Medistiara - detikFinance
Raja Salman mampir di Malaysia (Foto: Reuters) Raja Salman mampir di Malaysia (Foto: Reuters)
Jakarta - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, akan berkunjung ke Indonesia sekaligus liburan di Bali awal bulan Maret. Kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

Ketua Umum Kamar Dagang Industri Rosan Roeslani mengatakan kunjungan tersebut merupakan momentum yang dapat dimanfaatkan untuk menggenjot pertumbuhan investasi dan perdagangan. Apalagi kunjungan raja Saudi ini dilakukan terakhir kalinya 46 tahun yang lalu setelah kunjungan pemerintah Arab Saudi, Raja Faisal.

"Kita berharap kunjungan kepala negara sangat baik, bisa dijadikan momentum meningkatkan perdagangan dan investasi. Tentunya kedatangan Raja Salman ini kan terakhir 46 tahun yang lalu, bisa mendorong perdagangan dan investasi karena memang sedang membutuhkan investasi yang besar," ujar Rosan, ketika dihubungi detikFinance, Senin (27/2/2017).

Ia mengatakan, rombongan Raja Salman yang membawa 1.500 pengusaha, pangeran, dan menterinya ini memiliki potensi yang besar untuk perekonomian. Sektor yang dapat didorong investasinya adalah kilang minyak, migas, pariwisata, dan industri kreatif.

Rosan menyebut, nantinya pada Kamis tanggal 2 Maret diagendakan anggota Kadin beserta pengusaha dan beberapa menteri akan mengadakan bisnis forum dengan pengusaha asal Saudi. Forum bisnis ini akan membicarakan tentang potensi investasi dan perdagangan.

Ia mengatakan, pengusaha Timur Tengah ini tertarik dengan pengembangan pariwisata di beberapa daerah seperti Lombok dan Mandalika. Pengusaha asal Saudi tersebut berencana membangun resor.

"Yang terutama pariwisata, mereka melihat terutama di daerah-daerah Lombok, Mandalika, misalnya pembangunan resor dalam skala besar yang ter-integrated," ujar Rosan.

Ia menyebut, di pertemuan nanti yang akan diikuti sekitar 50 pengusaha Saudi, anggota Kadin juga akan mendorong kerja sama atau investasi di bidang finansial syariah, pariwisata, dan infrastruktur. Selain itu dia juga mendorong adanya ekspor produk kerajinan Indonesia.

"Kalau refinery kan pemerintah, kita inginnya finansial syariah, pariwisata, tapi kita akan potensial juga, kita ingin bicara juga misalnya untuk mereka masuk ke pembangunan infrastruktur, kita bicara dulu," ungkap Rosan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com