Jangan Sampai LRT Jabodebek Mangkrak Seperti Monorel

Jangan Sampai LRT Jabodebek Mangkrak Seperti Monorel

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 27 Feb 2017 19:46 WIB
Jangan Sampai LRT Jabodebek Mangkrak Seperti Monorel
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah tengah membangun proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek), guna menambah layanan transportasi untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Walau demikian, Pengamat Transportasi, Darmaningtyas, belum sepenuhnya optimistis pembangunan LRT Jabodebek dapat segera memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Sebab, hingga saat ini pemerintah masih belum menentukan pihak yang akan mendanai proyek tersebut.

"Kalau pembangunan LRT seperti di Palembang dan di Jakarta (Velodrome-Kelapa Gading) bisa diprediksi selesai kapan, karena jelas didanai oleh siapa. Nah yang masih mengantung itu LRT Jabodebek, karena sampai sekarang belum jelas pendanaannya. Swasta tidak ada yang mau mendanai pembangunan infrastruktur. Sebab pengembaliannya tidak bisa diprediksi kapan," ungkap Darmaningtyas, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (27/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun mengatakan, pemerintah harus cepat mengambil keputusan siapa yang bisa untuk membiayai pendanaan LRT Jabodebek. Sebab jika tidak dilakukan, maka ada kemungkinan proyek LRT akan bernasib sama dengan proyek monerel yang mangkrak.

Baca juga: APBN Tak Sanggup Biayai LRT Jabodebek, Ini Siasat Pemerintah

"Pemerintah pusat harus mengambil alih supaya ini tidak boleh ada mangkrak lagi. Jangan sampai terjadi mangkrak kira-kira begitu. Kalau diberhentikan terlalu mahal, juga nanti akan bahan lelucon seperti monorel Jakarta. Kita kan menghindari tidak terjadi monorel kedua," kata dia.

Jangan Sampai LRT Jabodebek Mangkrak Seperti MonorelFoto: Fadhly Fauzi Rachman


Lebih lanjut dia menambahkan, masyarakat tengah menunggu hasil dari pembangunan LRT Jabodebek, mengingat semakin tingginya kepadatan arus lalu lintas dan angkutan umum yang terbatas. Selain itu, LRT diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat menengah ke atas yang selama menggunakan kendaraan roda empat untuk mobilitas sehari-hari.

"Masyarakat masih butuh angkutan lain seperti LRT ini. Penggunaannya juga nanti akan sedikit berbeda dengan KRL. Kalau KRL kelasnya mungkin dari bawah sampai atas, kalau LRT itu paling tidak yang saat ini mereka yang bermobil," kata dia.

"Jadi mereka nanti akan meninggalkan mobilnya di stasiun ujung baik di Cibubur, Bogor, Bekasi lalu menggunakan LRT, jadi segmennya menengah ke atas. Selama ini kan KRL tidak menjangkau mereka, kalau LRT pasti akan menjangkau mereka," tutupnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads