Ketua Bidang Hukum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Nano Supriyatna, mengatakan kedatangan para peternak ayam dan telur ini untuk menuntut perbaikan di tingkat peternak pada Kemendag.
"Ini ada disparitas harga yang sangat tinggi antara di kandang dan pasar. Harga ayam di tingkat kandang jatuh sampai ada yang Rp 11.000/kg, tapi di pasar harganya Rp 30.000-34.000/kg. Harga telur juga sama, jatuh juga," ujar Nano kepada detikFinance di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkannya, kedatangan peternak ayam tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan perusahaan integrator, asosiasi unggas, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Menteri Pertanian di Kementerian Pertanian pada 13 Februari lalu.
Menurutnya, sebelumnya direncanakan ada 200 peternak ayam dari sejumlah daerah yang akan datang, namun lantaran peserta dibatasi untuk audiensi dengan Kemendag, maka hanya 50 orang yang datang.
Foto: Muhammad Idris/detikFinance |
"Jadi ini pertemuan sebelumnya di Kementerian Pertanian pas 13 Februari lalu. Di mana untuk harga DOC akan ditentukan oleh Menteri Pertanian, dan harga ayam hidup ditetapkan oleh Menteri Perdagangan. Ini harus segera diselesaikan," kata Nano.
Para peternak ini ditemui oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti. (idr/ang)












































Foto: Muhammad Idris/detikFinance