Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pemerintah menghadapi tantangan tersendiri dalam mencapai tujuan tersebut. Pasalnya, penambahan ruas-ruas jalan baru dilakukan dalam keadaan dana yang terbatas, sehingga perlu dilakukan efisiensi.
"Tahun 2015 jalan kita panjangnya 38 ribu km. Tahun 2016 dan sampai 2017 sekarang jadi 47 ribu km. Anggarannya sama dengan sebelum waktu kita tambahan 9 ribu km ini. Artinya biaya untuk membangun dan lain-lain, per kilometernya yang dulu Rp 1,1 miliar, sekarang turun hanya sekitar Rp 800 juta per kilometer. Kita bikin efisiensi di sana," tutur Arie saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya kami harusnya bisa mendanai 10 tahun, sekarang tiap tahun harus disuntik untuk perbaiki jalan. Karena ditanggung semuanya jadi beban si pengelola jalan. Jadi kalau jalan rusak dan lain-lain, ini adalah satu konsekuensi dari sistem kita, yang ujung-ujungnya akhirnya dikatakan biaya logistik naik karena jalan rusak," kata Arie.
"Kalau dana kita berlebih, kita bisa membayari itu semuanya. Tapi karena dana kita enggak berlebih, berarti kita harus tambal sulam di sana," tambahnya.
Untuk itu, Arie mengatakan pemerintah daerah harus bisa seefisien mungkin menggunakan dana yang terbatas ini. Pemerintah harus memberikan prioritas-prioritas terhadap jalan-jalan yang memang menerima beban berat secara berkelanjutan untuk dibangun dengan struktur yang handal.
Alokasi dana yang terbatas dan tambahan dari dana pemeliharaan yang dapat dihemat karena struktur jalan yang lebih baik, akan membuat pemerintah tetap dapat melakukan pembangunan jalan-jalan baru dengan tetap mengacu pada skala-skala prioritas yang berdasarkan azas ekonomi dan manfaat.
"Dana kita sangat terbatas dibandingkan tahun sebelumnya. Yang kami lakukan sekarang adalah kita efisiensi. Semua dana yang kita miliki sekarang, digunakan betul-betul buat yang kita perlukan. Enggak ada lagi yang kita mau fancy, kita mau punya jembatan yang bagus buat selfie dan lain-lain," ucap Arie.
"Jadi kita minta komitmen semua Pemda, kita lihat, mana jalur logistik kita. Kita fungsikan semuanya ke sana. Kita dorong sebagian masukkan ke KPBU buat yang jalan tol," tandasnya. (dna/dna)











































