Ini Jurus Pemerintah Agar Jalan Nasional Tak Lagi Tergenang Saat Hujan

Ini Jurus Pemerintah Agar Jalan Nasional Tak Lagi Tergenang Saat Hujan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 28 Feb 2017 19:05 WIB
Ini Jurus Pemerintah Agar Jalan Nasional Tak Lagi Tergenang Saat Hujan
Ilustrasi (Foto: Muchus Budi R/detikcom)
Jakarta - Jalan-jalan nasional kerap tergenang saat musim penghujan datang. Hal ini dikarenakan buruknya jaringan drainase yang berada di samping kiri kanan jalan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, jalan-jalan nasional yang terbangun biasanya akan menghidupkan sumber pertumbuhan yang baru di sekitar jalan tersebut. Namun celakanya, sejumlah bangunan yang ada di sekitar jalan nasional tersebut tak memiliki sistem drainase sendiri. Apalagi bangunan tersebut dibangun di atas badan jalan.

"Semuanya buangnya ke jalan itu tadi. Padahal jalan ini tidak dirancang sistem drainase nya untuk drainase kawasan. Artinya, begitu ada hujan dan lainnya, semuanya masuk ke sistem drainse jalannya sendiri. Celakanya, sistem drainase ini ditutup, supaya jalan masuknya gampang, misalnya ke SPBU," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu ke depan pemerintah akan fokus tangani sistem drainase yang lebih baik, karena ditenggarai selama ini jalan yang rusak, pasti yang tidak memiliki sistem drainase yang tak baik.

Misalnya dengan menampung air hujan tersebut ke tampungan yang akan dibangun dan sebagainya, baru begitu hujan reda dialirkan ke badan air terdekat.

"Kondisi ideal buat jalan itu, bahwa muka air tanah ini harus 20 cm di atas dari pondasi dari satu jalan. Kalau dia terendam, begitu ditekan dengan beban, dia akan memberikan tekanan tersendiri terhadap butir-butir tanah, sehingga butir-butir tanah akan lepas, atau di atas perkerasan. Jadi ada gaya-gaya yang naik untuk melepas aspal-aspal ini," katanya.

Arie mengatakan, dirinya telah meminta izin kepada Menteri PUPR untuk membangun sistem drainase besar-besaran untuk mengatasi genangan tadi. Menurutnya, selama ini drainase hanya dianggap sebagai bangunan pelengkap jalan. Sekarang konsepnya akan diubah, bagaimana drainase akan menjadi bagian utama dari jalan itu sendiri.

"Saya sudah minta izin ke Pak Menteri, untuk bangun drainase. Karena drainase ini harus terhubung ke badan air. Dulu ada konsep, drainase ini hanya yang ada di kiri kanan jalan. Sehingga ketika ketika mau membebaskan tanah dan lainnya, kita dimarahi sama BPK karena bukan tupoksinya Bina Marga," tutur Arie.

"Pilihannya adalah apakah kita diamkan begini, atau ada yang ambil inisiasi. Saya minta izin ke pak Menteri, saya harus ambil inisiasi ini. Saya lagi minta semua P2JN, bikin sistem drainase yang beneran. Bukan hanya bangun kiri kanan, terus enggak buang ke mana-mana," tambahnya.

Pemerintah sendiri saat ini selalu melakukan sapu lobang sebagai upaya menambal jalan-jalan yang rusak dan tergenang air. Namun hal ini dirasa tak menjadi solusi jangka panjang, karena dana pemerintah hanya akan habis untuk hal yang itu-itu saja setiap tahunnya.

Dengan dikendalikannya kelebihan beban terhadap kekuatan jalan, sistem drainase yang baik, dipercaya kerusakan jalan yang selama ini kerap terjadi dapat dihilangkan.

"Jadi kita berpikir jangka panjang. Saya sudah minta semuanya bikin desain. Karena di contract long segment ini ada pembersihan drainase, pembuatan sistem drainase. Tapi masih yang kiri kanan jalan. Nantinya kita connect kan semuanya," pungkasnya. (dna/dna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads