Susi Lantik 4 Pejabat Eselon I KKP

Susi Lantik 4 Pejabat Eselon I KKP

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 28 Feb 2017 19:35 WIB
Susi Lantik 4 Pejabat Eselon I KKP
Foto: Yulida Medistiara/detikFinance
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik empat pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pelantikan dilaksanakan di ballroom gedung Mina Bahari III, Jl Medan Merdeka Timur, Kementerian KKP. Saat melantik, Susi membacakan sumpah jabatan yang diikuti pejabat eselon I yang dilantik.

"Rotasi atau pemindahan dari satu tempat ke tempat lain adalah dinamika dari organisasi yang saya pikir kadang-kadang diperlukan. Bukan karena melihat dari sekedar spesialiasi tapi lebih kadang-kadang melihat daripada kebutuhan dan urgensi daripada sebuah bidang atau pekerjaan yang bisa kita kerjakan," kata Susi, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar 4 pejabat yang baru dilantik hari ini:
1. Rifky Effendi Hardjanto sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan Sjarief Widjaja.
2. Sjarief Widjaja sebagai Dirjen Perikanan Tangkap yang sebelumnya sempat dipegang oleh Zulficar Mochtar.
3. Zulficar Mochtar sebagai Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.
4. Achmad Poernomo sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya dari sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik.

Susi Lantik 4 Pejabat Eselon I KKPFoto: Yulida Medistiara/detikFinance

Dalam sambutannya, Susi memberikan pesan kepada setiap pejabat yang baru dilantik. Salah satunya kepada Sjarief yang menjabat sebagai Dirjen Perikanan Tangkap karena sektor ini merupakan bagian terpenting dari kementerian KKP.

"Perikanan tangkap ini akan sangat penting, yaitu portofolio kita dari Dirjen Tangkap masalahnya complicated dan masalah di negeri ini sumbernya dari perikanan tangkap. Saya tidak melihat figur lain. Saya minta tolong ke Pak Sjarief minta tolong bapak melaksanakan pekerjaaan sebagai Dirjen Tangkap untuk menyelesaikan persoalan yang masih tertunda atau masih berlangsung di perikanan tangkap," kata Susi. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads