Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, sejumlah paket penanganan yang ada di Jawa Timur telah selesai ditangani, sedangkan sisanya telah mencapai progres di atas 90% dengan jumlah yang bervariasi.
"Sapu lubang sekarang sudah di atas 90%. Saya sudah minta perbaiki semua drainase-nya. Lalu bikin sistem sapu lobang. Sistem sapu lobang itu, satu kita tutup dulu (tidak sempurna), lalu diikuti tim berikutnya, langsung tambal," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
Foto: dok. Kementerian PUPR |
Misalnya saja Penanganan Jalan Nasional (PJN) di wilayah Metropolitan I Surabaya, hingga Senin (27/2) kemarin, rata-rata persentase lobang yang belum tertutup hanya sekitar 2,5% saja. Praktis hanya di wilayah Surabaya-Waru yang belum tertutup lobang jalannya mencapai 7,68%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: dok. Kementerian PUPR |
Arie mengatakan, sistem sapu lobang adalah hal terbaik yang bisa dilakukan pemerintah saat ini sambil melakukan perbaikan dan membuat sistem drainase dengan memanfaatkan bahu jalan supaya tidak ada lagi jalan berlubang akibat genangan air.
"Konsekuensinya adalah, mungkin ada dua kali material yang terbuang. Yang pertama buat 'nyapu', kedua untuk buat semi permanen. Itu akan kita pertahankan sampai musim penghujan selesai, setelah itu baru kita lapis yang lebih permanen lagi di atasnya," pungkasnya.
Foto: dok. Kementerian PUPR |











































Foto: dok. Kementerian PUPR
Foto: dok. Kementerian PUPR
Foto: dok. Kementerian PUPR