Follow detikFinance
Rabu 01 Mar 2017, 12:04 WIB

Seperti Jokowi, Trump Mau Habis-habisan Bangun Infrastruktur

Wahyu Daniel - detikFinance
Seperti Jokowi, Trump Mau Habis-habisan Bangun Infrastruktur Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Washington - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal masa pemerintahannya, bertekad untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di dalam negeri, khususnya dari wilayah pinggiran Indonesia. Hal sama juga dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Trump berencana untuk menggelontorkan dana US$ 1 triliun, atau sekitar Rp 13.300 triliun untuk membangun infrastruktur. Tujuannya, menggenjot pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Baca juga: Banyak Program Trump Mirip RI, Jokowi: Kami Senang Hati Bagi Pengalaman

Rencana Trump ini akan diajukan ke Kongres AS untuk dimintai persetujuan. Pembangunan infrastruktur besar-besaran merupakan salah satu janji utama Trump saat kampanye. Dia ingin membangun jalan, jembatan, bandara, dan infrastruktur publik lainnya. Mirip seperti yang dilakukan oleh Jokowi di Indonesia saat ini.

"Untuk kembali membangun negara, saya akan meminta Kongres menyetujui anggaran US$ 1 triliun untuk investasi di sektor infrastruktur, dan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan," kata Trump dilansir dari AFP, Rabu (1/3/2017).

Namun Trump belum memberikan detil bagaimana uang tersebut akan digunakan.

Trump menjelaskan, AS selama ini telah menghabiskan US$ 6 triliun untuk urusan Timur Tengah, sementara pembangunan infrastruktur ditinggalkan.

"Dengan US$ 6 miliar kita bisa membangun kembali negara ini, dua kali. Bahkan tiga kali," ujar Trump.

Selain itu, Trump juga menjanjikan reformasi perpajakan yang bersejarah. Dia akan memangkas tarif pajak bagi perusahaan-perusahaan di AS. Dia juga akan mengenakan pajak impor yang besar untuk melindungi produk-produk buatan AS.

Baca juga: Jokowi: Donald Trump Tiru-tiru Tax Amnesty RI

"Saat ini bila kita mengekspor produk ke luar Amerika, banyak negara yang membuat kita membayar tarif tinggi dan juga pajak. Namun saat perusahaan luar mengirim produknya ke Amerika, kita tidak memberikan tarif apa-apa," tuturnya.

Trump bercerita soal pertemuannya dengan pejabat dari Harley-Davidson, yang mengatakan motor mereka dikenakan pajak 100% di negara luar, yang tidak disebutkan namanya. (wdl/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed