Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, bila seluruh proses berjalan lancar, maka jalan tol ini sudah bisa dinikmati masyarakat pada tahun 2019.
"Target selesai ini harapan kami sih 2019. Tapi nanti akan dibahas lagi. Sekarang kan tergantung tanah. Kalau studi, dokumen sampai penlok (penetapan lokasi) bisa selesai tahun ini, pengadaan tanah paralel, 2 tahun selama 2018-2019, kalau bisa 2019 ya bagus banget," kata Herry dihubungi detikFinance, Rabu (1/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini BPJT sendiri memberi waktu kepada Badan Usaha untuk menyiapkan dokumen kelengkapan dan studi kelayakannya, berikut biaya investasi dan perencanaan penetapan lokasi (penlok). Jika penlok dan seluruh dokumen sudah selesai sebelum akhir tahun ini, diharapkan pengadaan tanah bisa langsung dilaksanakan dan secara paralel juga dilakukan konstruksi.
Keberadaan jalan tol ini sangat penting. Selama ini, sambung Herry, arus kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Bandung terkonsentrasi di ruas jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Akibatnya, beban ruas ini sangat tinggi dan sering terjadi kemacetan. Terutama saat hari libur akhir pekan dan libur-libur nasional.
Dengan jalan tol ini, nantinya perjalanan ke Bandung bisa dilayani dengan jalan tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang yang tersambung dengan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang proses pembangunannya tengah berjalan dan terhubung dengan jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang saat ini sudah eroperasi.
"Dari Jakarta ke Bandung itu kan kalau lewat puncak, harus dari Jagorawi ke Sukabumi dulu. Dari Sukabumi harus ke Ciranjang baru ke Padalarang. Nah kita perlu percepat rute yang dari Sukabumi ke Bandung, sehingga lalu lintas Jakarta-Bandung punya opsi. Tidak semua lewat Cipularang," tutup dia. (dna/ang)











































