Sukseskan Produksi Sapi, SDM Lokal dan Masyarakat Wajib Digandeng

Sukseskan Produksi Sapi, SDM Lokal dan Masyarakat Wajib Digandeng

Niken Widya Yunita - detikFinance
Rabu, 01 Mar 2017 14:36 WIB
Sukseskan Produksi Sapi, SDM Lokal dan Masyarakat Wajib Digandeng
Foto: Lila/detikcom
Jakarta - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita, menyatakan salah satu kegiatan penting pembangunan peternakan dan kesehatan hewan 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Kegiatan tersebut berorientasi pada peningkatan populasi untuk mencapai swasembada protein hewani asal ternak.

Peningkatan populasi ini juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan dari impor dan sekaligus mendukung Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.

"Untuk mensukseskannya, maka kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat," ujar Ketut, seperti dalam keterangan tertulis dari Kementan, Rabu (1/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketut mengatakan itu saat memberikan sambutan pada acara Gebyar Siwab dan Panen Pedet di Kabupaten Banyumulek, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (28/2/2017).

Kegiatan Gebyar Siwab dan Panen Pedet dilaksanakan di Provinsi NTB yang merupakan salah satu penyumbang ternak sapi lokal. NTB mampu mengeluarkan ternak sekitar 15 ribu ekor per tahun untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB, Muh Amin, beserta jajarannya ini diselenggarakan dengan maksud untuk memberikan apresiasi dan stimulasi atau akselerasi spirit kepada peternak dan petugas peternakan dalam mencapai target Upsus Siwab 2017.

Ketut menjelaskan, di tengah-tengah keterbatasan anggaran pemerintah, pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang lebih banyak melibatkan peran aktif masyarakat.

"Tuntutan atas capaian kinerja program dan kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, utamanya produksi daging sapi/kerbau, semakin tinggi. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh untuk mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau di Indonesia yang saat ini sekitar 13,5 juta ekor adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di dalam negeri," kata Ketut.

"Keberhasilan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, utamanya Upsus Siwab, merupakan tanggung jawab bersama dan merupakan cerminan eksistensi Ditjen PKH dalam memenuhi ekspektasi harapan peternak. Untuk itu, saya meminta komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholder untuk dapat mewujudkannya", tambahnya.

Ketut menyampaikan, sudah saatnya peternak berjaya mengingat peternakan rakyat telah memberikan kontribusi penting dalam penyediaan pangan hewani asal ternak.

"Struktur usaha peternakan di Indonesia sampai saat ini lebih banyak didominasi oleh peternakan rakyat dengan penerapan teknologi yang minimal. Untuk itu perlu adanya intervensi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar memberikan pengenalan dan pelayanan yang optimal terhadap masyarakat dalam penerapan teknologi," tutur Ketut.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan kegiatan inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang merupakan pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi. Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.

Pada acara Gebyar Siwab dan Panen Pedet ini, Ketut juga memberikan apresiasi kepada para peternak dan petugas peternakan yang telah bekerja dalam IB. Selain itu, Ketut juga memberikan motivasi kepada provinsi NTB agar dapat merealisasikan pencapaian target 139.995 ekor akseptor dengan target kebuntingan sebanyak 81.197 ekor pada tahun ini.

Kegiatan IB 2017 menjadi fokus utama bagi jajaran PKH dengan telah dicanangkannya Upsus Siwab oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Lamongan pada (8/10/2016) lalu. Sampai dengan (26/2/2017) realisasi pelaksanaan IB harian sebanyak 95 (24,8% dari target 395 ekor) dan kebuntingan sebanyak 156.365 ekor (5,18% dari target 2017). Sedangkan dari hasil kegiatan IB tahun lalu, sudah ada kelahiran pedet sebanyak 131.056 ekor.

"Saya berharap di bulan–bulan mendatang dapat lebih dipacu, sehingga target dapat terlampaui," imbau Ketut.

Ketut telah membentuk tim khusus untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan Upsus Siwab. Tim ini tentunya tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan teman–teman di daerah. Tentunya juga perlu dukungan dari ujung tombak Upsus yaitu petugas teknis IB dan para peternak. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan target tersebut bisa dicapai.

Ketut mengungkapkan, berdasarkan pantauan Sekretariat Nasional Upsus Siwab, terlihat semuanya sudah bergerak dan intens. Namun perlu semakin fokus terhadap beberapa hal yaitu: pertama, memastikan petugas siap bekerja (perang Siwab), antara lain:

a). Memastikan semen beku dalam kondisi 6 tepat (tepat waktu, kualitas, jenis, jumlah, rumpun, lokasi) karena semen beku ini sebagai peluru perang siwab;
b). N2 cair sebagai hal vital bagi semen beku, dan lain-lain.

Kedua, memastikan petugas sebagai aktor kunci harus mempunyai mindset bahwa Upsus Siwab menjadi momentum mereka meletakkan fondasi sistem layanan IB berkelanjutan, yang pada akhirnya merekalah yang menikmati hasilnya bersama peternak. Karena itu petugas akan termotivasi untuk gencar melakukan layanan IB setiap hari.

"Cara ini cukup efektif untuk memotivasi petugas bergerak karena pelaporan akan menjadi kebutuhan bagi petugas untuk mengetahui tingkat kesuksesan pelaksanaan programnya," kata Ketut.

Pada rangkaian acara Gebyar Siwab dan panen padet ini juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Upsus siwab oleh dinas kabupaten atau kota sebagai wujud komitmen dari Pemrov NTB untuk mendukung keberhasilan Upsus Siwab. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis yaitu kontainer, N2 cair, semen beku, stek 2,4 juta (rumput gajah, bibit HPT), klaim asuransi ternak sapi dan sertifikat KAN untuk BRSHLV. Simulasi IB massal juga dilakukan oleh Ketut dan Wakil Gubernur NTB beserta pejabat lainnya dilanjutkan dengan simulasi pelaporan IB.

"Diharapkanan acara ini dapat memberikan dorongan yang signifikan dalam keberhasilan Upsus Siwab sehingga tujuan kita untuk mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau dapat terwujud," tutur Ketut.

(nwy/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads