Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suharianto, jumlah wisatawan asing dari Arab Saudi ke Indonesia terbilang kecil. Namun demikian, kedatangan raja mereka ke Indonesia dipastikan akan membuat nama Indonesia secara tidak langsung dikenal oleh masyarakat sana.
"Tentu berharap kedatangan Raja Saudi cukup untuk promosi. Kalau pemimpin mereka datang, jumlah wisatawan dari Saudi akan meningkat," kata Kecuk di kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, jelas dia, wisman asal Arab Saudi cenderung berkunjung secara musiman terutama pada bulan menjelang Ramadhan, musim haji, dan pasca Lebaran.
"Wisman Saudi itu puncak kedatangan biasanya menjelang puasa, musim haji, kemudian pas setelah Lebaran. Kemarin ada promosi wisata di Jedah, jadi ke depan ada peningkatan dari sana," ujar Kecuk.
BPS mencatat jumlah kedatangan turis asing ke Indonesia pada Februari 2017 mencapai 1,03 juta kunjungan. Kunjungan wisman terbesar masih didominasi turis asal China yang pada Februari 2017 sebesar 200.197 orang atau 20,27% dari total wisman, naik dari Januari yang tercatat 114.774 orang.
Kemudian diikuti turis Singapura 11,82% atau 116.791 orang, Australia 10,21% atau 100.858 orang, Malaysia 9,86% atau 97.370 orang, dan India 3,91% atau 38.668 orang. (idr/hns)











































