Follow detikFinance
Kamis, 02 Mar 2017 11:54 WIB

Rini Bikin Hub BUMN Khusus Layani Perawatan dan Perbaikan Pesawat

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara/detikFinance Foto: Yulida Medistiara/detikFinance
Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno membuat program Indonesia Service Hub yang menggabungkan maintenance service BUMN penerbangan di Indonesia. Nantinya seluruh kapasitas dan kemampuan perusahaan BUMN digabungkan untuk memudahkan customer.

Kerja sama ini disepakati lewat MoU antara PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Nusantara Turbin & Propulsi, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), PT IndoPelita Aircracf Services dan PT Merpati Maintenance Facility. Kerja sama ini di bidang pengembangan bisnis maintenance, repair, dan overhaul (MRO) pesawat, mesin, dan komponen baik pesawat sipil maupun militer, dengan nama Indonesia Service Hub.

Hadir dalam acara ini sejumlah deputi Kementerian BUMN, Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Muhammad Arif Wibowo, dan Dirut Dirgantara Indonesia Budi Santoso.

Kerja sama ini untuk menggabungkan kemampuan dan kapasitas tiap BUMN penerbangan. Dengan dijadikan satu maka akan membuat struktur lebih kuat untuk pembelian suku cadang dan lainnya, lebih efisien dari segi modal, dan memudahkan customer.

"Penandatanganan kesepakatan antara anak-anak perusahaan BUMN berkaitan pesawat terbang. Saya sangat bangga dengan hasil yang dicapai kali ini karena ini hasil bagaimana kita memperkuat kekuatan BUMN secara menyeluruh untuk berkompetisi di era global," ujar Rini, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017).

Lewat kerja sama ini GMF bisa melayani jasa maintenance pesawat, lalu PT DI dan BUMN lainnya juga bisa melakukan yang sama tetapi masih berkapasitas kecil. Dengan adanya kerjasama ini bisa lebuh besar kapasitasnya.

"Kita tidak sadari kemampuan banyak tapi kecil-kecil. Akhirnya kita sadar ada celah digerogoti orang lain. Makanya 2 tahun, sinergi BUMN untuk kompetisi secara internasional," kata Rini.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis Fajar Hary Sampurno mengatakan bengkel pesawat ini tetap ada di markasnya masing-masing, misalnya di Bandung, Jakarta, Surabaya. Nantinya jika ada pesawat rusak di Surabaya dan membutuhkan teknisi dari PTDI, maka PTDI akan mengirimkan teknisi dan peralatannya jika di Surabaya belum memilki kapasitas tersebut.

"Kalau dulu ada pesanan di Indopelita dia harus datang ke Pondok Cabe. Kalau sekarang dia bisa ditaruh di Surabaya atau pesawatnya ditaruh di Makassar bisa orang teknisinya dari PT DI ke Makassar. Lebih gampang kan bukan kapalnya yang di taruh di mana-mana," kata Fajar.

Kerja sama ini dimulai sejak ditanfatanganinya MoU. Diharapkan dapat memudahkan customer.

"Setelah di tandatangani kita harapkan bisa memudahkan customer," ujarnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed