Proyek ini sendiri dikerjakan oleh konsorsium PT Citra Waspphutowa yang terdiri dari PT Citra Marga Nusantara Persada (CMNP) (62.5%), PT Waskita Karya (12.5%), PT Waskita Toll Road (12.5%) dan PT PP (12.5%).
"Yang saat ini sudah dikerjakan adalah Seksi I Antasari-Brigif/Cinere 6,6 kilometer. Pembebasan tanahnya sudah 95%," kata Sekretaris Perusahaan PT PP Nugrogoho Nunus Agung kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Biro Pengendalian Operasi dan Bisnis PT PP, Fatchul Birri mengatakan, pengoperasian tol ini juga telah masuk ke dalam belanja modal 2017.
"Mustinya Antasari 2017 ini bisa beroperasi. Meski masih ada permasalahan di pembebasan lahan di ruas yang dekat Depok. Itu masih butuh effort. Tapi ini sudah direncanakan tahun ini harus selesai, sudah ada di capex kita, 2017 harus selesai," ungkapnya dihubungi secara terpisah.
Sebagai informasi, kontraktor pelaksana pembangunan seksi I jalan tol ini adalah Kerja Sama Operasi (KSO) PT Hutama Karya yang bertanggung jawab membangun simpang susun penghubung jalan Tol Depok-Antasari dengan Tol Lingkar Luar Selatan di persimpangan depan sekolah High Scoop.
Sedangkan Waskita Karya yang bertanggung jawab membangun jalan tol layang di atas kawasan Andara, Pondok Labu, dan PT Pembangunan Perumahan (PP) yang bertanggung jawab membangun ruas jalan tol dari kawasan Andara hingga Brigif/Cinere. (dna/dna)











































