Pertamina: Mencari LNG di Pasar Internasional Tak Mudah
Senin, 18 Apr 2005 00:53 WIB
Batam - Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ari Oenarno menyatakan Pertamina hanya bertugas mencari LNG di pasar internasional untuk untuk memenuhi pasokan kepada pembeli LNG Indonesia. Namun sekedar mencari LNG di pasar internasional pun tidak mudah.Menurut Ari mencari LNG tidak mudah karena umumnya pembelian LNG dilakukan dengan kontrak jangka panjang. Kalaupun ada yang tersedia hanya 5-10 persen saja. "Harga yang kita tolerir adalah US$ 6,5 per MMBTU tapi penjual saat ini masih meminta harga sekitar US$ 7 per MMBTU."Ari, yang ditemui wartawan saat mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro meninjau lalu lintas laut perairan Selat Malaka di atas KN Jadayat, Minggu (17/4/2005), menyatakan pembiayaan pembelian LNG ditanggung pemerintah karena pendapatan penjualan LNG sudah masuk account pemerintah yang dicatat sebagai revenue pemerintah.Sementara tentang rencana pemerintah menggunakan mekanisme pembayaran model Oman sebagai solusi komitmen Indonesia untuk memasok LNG ke sejumlah pembeli, Ari menyatakan jika sekarang menggunakan model Oman pemerintah harus menanggung selisih cukup besar. Ini beda dengan tahun lalu saat harga melemah dan pemerintah mendapat keuntungan US$ 2 juta. "Sekarang harga gas sedang tinggi. Bukan rugi saja tapi karena harga dibebankan pada pupuk lalu siapa yang mau bayar," katanya. Namun diakui Ari, harga gas Indonesia lebih tinggi dari Timur Tengah. Sebab biaya produksi gas Indonesia lebih tinggi dibandingkan Timur Tengah. "Sifat gas di Indonesia bukas gas associated tapi non asssociated sehingga biaya produksinya tinggi."
(gtp/)











































