ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mar 2017 21:21 WIB

Ikut Repatriasi Harta Tapi Belum Dialihkan ke RI, Ini Sanksinya

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Aditya Mardiastuti Foto: Aditya Mardiastuti
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menetapkan batas waktu bagi wajib pajak yang telah menyatakan repatriasi harta saat ikut program tax amnesty. Mengutip data Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (2/3/2017), batas waktu pengalihan harta repatriasi terbagi dalam dua kategori.

Pertama, bagi wajib pajak (WP) yang ikut tax amnesty periode I dan periode II dengan tarif tebusan masing-masing 2% dan 3%, diberikan batas waktu pengalihan harta ke Indonesia sebelum 31 Desember 2016

Sedangkan bagi WP yang ikut tax amnesty periode III dengan tarif tebusan 5%, batas waktu pengalihan harta ke Indonesia sebelum 31 Maret 2017.

Dana repatriasi, ditaruh dalam instrumen investasi sesuai ketentuan yang berlaku. Penempatan dana dalam instrumen investasi di Indonesia ini berlaku paling kurang tiga tahun sejak dana dialihkan ke Indonesia.

Lalu, bagi WP yang melakukan deklarasi harta dalam negeri, terdapat kewajiban untuk tidak mengalihkan harta tersebut keluar dari Indonesia untuk jangka waktu paling singkat tiga tahun sejak menerima Surat Keterangan Pengampunan Pajak.

Jika tidak dilakukan, Ditjen Pajak akan mengirimkan surat peringatan kepada WP paling cepat 1 bulan setelah batas akhir periode penyampaian SPH.

Lalu, jika WP tidak menanggapi dalam 14 hari kerja, harta bersih tambahan dalam SPH dianggap penghasilan tahun pajak 2016 dan dikenai tarif sesuai UU PPh dan sanksi administrasi.

Untuk sanksinya bunga 2% per bulan maksimal 24 bulan atau 2 tahun sejak 1 Januari 2017 sampai dengan diterbitkannya surat ketetapan pajak (SKP).

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mencatatkan, per 2 Maret 2017 realisasi deklarasi harta atau pengungkapan harta program tax amnesty mencapai Rp 4.425,75 triliun dari jumlah peserta 691.022 WP.

Sedangkan yang deklarasi harta yang mencapai Rp 4.425,75 triliun berasal dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.264,05 triliun, deklarasi luar negeri Rp 1.016,99 triliun, dan repatriasi Rp 144,71 triliun.

Dengan total deklarasi tersebut, maka penerimaan tax amnesty hingga 2 Maret 2017 mencapai Rp 112 triliun yang terdiri dari uang tebusan Rp Rp 104,87 triliun, pembayaran tunggakan Rp 6,75 triliun dan pembayaran bukti permulaan Rp 79 miliar. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com