Menurut penyelidikan Bareskrim, ada permainan yang dilakukan oleh pengepul cabai rawit merah untuk menetapkan tingginya harga, dengan cara menyalurkan cabai rawit merah ke perusahaan, bukan ke Pasar Induk.
Salah satu Pengepul Cabai di Magelang, Irawan Wibowo, menyanggah temuan Bareskrim tersebut. Ia membantah pengepul menjual cabai ke pabrik atau perusahaan hingga menyebabkan harga cabai yang tinggi.
Baca juga: Terungkap! Permainan yang Bikin Cabai Rawit Merah Mahal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irawan, keadaan yang terjadi di lokasi ialah para pengepul cabai menjual dagangannya ke beberapa pemasok cabai yang menawar dengan harga tertinggi. Jadi seperti sistem lelang.
"Di lokasi itu, mana yang tinggi, dia yang dikasih, hampir kaya lelang. Orang kan takut enggak kebagian cabai, jadi berapa saja dibeli untuk langganan dia. Jadi umpamanya pasaran Rp 15 ribu, ada yang naikin lagi Rp 17 ribu, terus nanti ada yang tawar lebih berani Rp 20 ribu, seterusnya," kata dia.
Pengirim yang dimaksud, kata Irawan, ialah para penyuplai yang mengirim cabai-cabai tersebut ke pasar-pasar di berbagai daerah.
Baca juga: Ini Modus Permainan Pengepul yang Bikin Cabai Rawit Merah Selangit
"Saya misalnya punya 10 suplier, lalu saya tawarkan ke yang paling tinggi. Supplier ini yang pengirim lagi ke Sumatera, ke Jakarta, itu suplier. Kalau di lokasi kan ada pengepul dan suplier. Mereka mengirimnya ke pasar-pasar yang ada," tuturnya. (hns/hns)











































