Jalan Lintas Timur Sumatera Diperbaiki Menyeluruh

Jalan Lintas Timur Sumatera Diperbaiki Menyeluruh

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 03 Mar 2017 20:32 WIB
Jalan Lintas Timur Sumatera Diperbaiki Menyeluruh
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Mengingat fungsi strategis Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera sebagai urat nadi perekonomian nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menangani sementara kerusakan pada sebagian ruas Jalintim Sumatera terutama dari Jambi hingga Lampung.

Kerusakan jalan, salah satunya diakibatkan tidak berfungsinya drainase jalan sehingga jalan tergenang dan mudah berlubang. Terlebih dengan lalu lintas kendaraan dengan muatan diatas ketentuan yakni diatas muatan sumbu terberat (MST) 10 ton.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Moerwanto Setiadi, mengatakan bahwa pada masa lalu, drainase jalan dibuat untuk menangkap aliran air (run off) pada badan jalan dan terpisah dari sistem penyaluran drainase permukiman atau lingkungan. Namun dengan kondisi cuaca ekstrim saat ini, pembangunan drainase jalan akan terhubung dengan drainase kawasan dan lingkungan termasuk di Jalintim Sumatera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengecekan Jalan lintas timur SumateraPengecekan Jalan lintas timur Sumatera Foto: Dok. Kementerian PUPR

Untuk menjamin pelayanan jalan, Kementerian PUPR akan menangani Jalintim Sumatera secara menyeluruh termasuk struktur jalan dan drainase pada 2018.

"Jalintim merupakan urat nadi ekonomi nasional, oleh karenanya dalam penyusunan program tahun 2018, kita akan alokasikan dana yang cukup agar jalan ini bisa melayani logistik dengan baik. Artinya semua perbaikan struktur jalan, jembatan dan sistem drainasenya. Pembenahan drainase menjadi fokus Kementerian PUPR sehingga ada program pembangunan drainase jalan tersendiri," jelas Arie, saat meninjau Jalintim Sumatera mulai dari Kota Jambi hingga Kota Lampung pada 2-3 Maret 2017.

Adaptasi terhadap perubahan iklim juga dilakukan terkait dengan pembangunan jembatan. Beberapa kejadian bencana banjir bandang di Indonesia mengakibatkan banyak sampah tersangkut pondasi jembatan yang mengakibatkan jembatan rusak bahkan runtuh. Oleh karenanya akan dilakukan perlindungan terhadap pondasi dari terjangan sampah.

Jalan lintas timus SumateraJalan lintas timus Sumatera Foto: Dok. Kementerian PUPR

Upaya lainnya adalah membangun jembatan dengan bentang panjang (longspan) meski biaya yang diperlukan akan bertambah besar. Selain itu posisinya juga akan dibuat lebih tinggi, sehingga jembatan tidak tenggelam pada saat terjadi banjir ekstrim. Dengan keterbatasan anggaran penanganan struktur jalan, drainase dan jembatan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas.

Kementerian PUPR juga akan menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) untuk memeriksa umur jalan agar perbaikan yang dilakukan tepat sasaran. "Dengan alat tersebut, akan diketahui apakah jalan perlu perbaikan secara struktural atau permukaannya saja. Disamping itu perencanaan dan kualitas jalan ditingkatkan serta beban kendaraan dikendalikan dengan baik agar umur jalan lebih panjang," tambah Arie.

Jalan lintas timur sumateraJalan lintas timur sumatera Foto: Dok. Kementerian PUPR

Untuk penanganan sementara, Kementerian PUPR telah memobilisasi tim sapu lubang yang ditargetkan dalam waktu dua minggu ke depan, penutupan lubang selesai dan dipertahankan kondisinya untuk mengantisipasi arus mudik lebaran. Sementara untuk penanganan permanen akan dilakukan setelah berakhirnya musim penghujan.

Perbaikan jalan dengan penutupan lubang juga dilakukan di Provinsi Riau, tepatnya pada ruas Jalan Duri – Kandis – Siak II KM 32 dan di Provinsi Sumatera Utara, pada ruas Jalan Sibolga – Batas Tapanuli Selatan KM 35 (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads