Hal tersebut membuat resah para imigran di San Francisco, California. Meskipun banyak yang sudah cukup lama berada di negeri Paman Sam itu. Seperti yang dirasakan oleh Dante, pria asal Filipina.
Enam tahun Dante berada di AS, dia tampak khawatir akan didepak Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Investor Was-was Kebijakan Kontroversial Trump
Tadinya Dante berencana untuk memboyong keluarganya dari Filipina. Tapi, dia ragu akan dihambat di Kedutaan Besar AS maupun pihak imigrasi.
"Sepertinya akan sangat ketat untuk sekarang bisa masuk ke AS," imbuhnya.
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Jose yang berasal dari Meksiko. Menurutnya sebagai negara tetangga, AS tidak seharusnya mengambil sikap yang terlalu keras.
"Saya dengan istri dari Meksiko, saya mulai berpikir bagaimana nanti kalau tidak boleh lagi berada di sini," kata Jose pada kesempatan berbeda.
Baca juga: 10 Kebijakan Trump dan Peluang Saham di Indonesia
Sementara itu Aref, pemuda asal Yaman, sudah cukup siap bila diharuskan untuk pergi dari AS. Dirinya hidup di New York selama 3 tahun dan enam bulan terakhir berada di San Francisco bekerja sebagai supir taksi online.
"Saya tidak habis pikir. Tapi ini kan negara dia. Dia yang bisa memutuskan," terangnya.
Aref mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari warga AS meski dia beragama Islam, bahkan dari Timur Tengah.
"Semua baik-baik saja, kita jalankan hidup seperti biasa. Saya bahagia bisa ada di sini," papar Aref. (mkj/hns)











































