"Kalau Jogja-Solo ini 60 kilometer, kita sedang siapkan dokumennya untuk kita lelang. Ini lagi disiapkan oleh BPJT dokumennya. Mudah-mudahan tahun ini kita lelang," katanya saat ditemui usai acara Diskusi Media di Cafe Kembang Kencur, Jakarta, Minggu (5/3/2017).
Basuki mengatakan, jalan tol sepanjang 60 km ini diperkirakan akan dibangun dengan melayang. Alasannya, karena jalan nasional yang dilewati pada ruas ini cukup lebar, sehingga dimungkinkan untuk dibangun melayang atau elevated.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan tol ini sendiri nantinya akan terkoneksi dengan jalan tol yang saat ini telah beroperasi serta jaringan jalan tol lain yang juga akan dibangun di kawasan tersebut, seperti Bawen-Yogyakarta dan Semarang-Solo.
Tol Semarang-Solo, saat ini telah beroperasi dua seksi yakni seksi 1 Tembalang-Ungaran sepajang 16,3 km dan seksi 2 Ungaran-Bawen sepanang 11,3 km. Untuk seksi 3 Bawen-Salatiga, saat ini tengah dalam tahap konstruksi. Selain 3 seksi itu, tol Semarang-Solo memiliki dua seksi lagi yakni seksi 4 Salatiga-Boyolali sepanjang 22,4 km dan seksi 5 Boyolali-Kartosuro sepanjang 11,1 km.
Basuki yakin, proyek ini akan mengundang banyak peminat sehingga bisa terlaksana dengan segera. "Nanti kita lelang. Pasti banyak yang mau," tukasnya. (mkj/mkj)











































