Konstruksi Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Capai 20%

Konstruksi Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Capai 20%

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 10:06 WIB
Konstruksi Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Capai 20%
Foto: Dikhy Sasra
Lampung - Pembangunan konstruksi proyek jalan Tol Bakauheni-Terbanggi besar sepanjang 140 kilometer (km) masih terus dikerjakan. PT Hutama Karya (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) proyek tersebut.

Pemimpin Proyek Ruas Jalan Tol Bakauheni Terbanggi Besar Paket I dan II, Slamet Sudrajat, mengatakan hingga kini proyek yang dikerjakan oleh empat kontraktor di empat paket pengerjaan itu masih terus digenjot. Untuk paket pertama, mulai dari Bakauheni km 0 hingga Sidomulyo km 39,400 dikerjakan oleh PT PP Tbk (PTPP).

"Paket satu, dari km 0 sampai dengan km 39,400 dikerjakan oleh PTPP, itu progresnya (konstruksi) sudah 36,7%. Di sana, pengerasan beton yang sudah diselesaikan itu sekitar 4,9 km," ungkap Slamet kepada detikFinance di lokasi proyek, Lampung, Rabu (1/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, kata Slamet, untuk paket II dari Sidomulyo km 39,400 hingga Kota Baru km 80, atau dengan panjang sekitar 40 km, progresnya mencapai 19,5%.

Di paket ini, lanjut Slamet, pengerasan beton untuk jalan utama sudah sepanjang 6,3 kilometer, ditambah dengan akses-akses lainnya sekitar 3 kilometer. Paket II dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

"Kemudian paket selanjutnya, dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dari kilometer 80 sampai kilometer 109,500 itu progresnya 18,9%. Di sana sudah ada pengerasan beton juga sepanjang 3,4 kilometer," kata Slamet.

Dan untuk paket terakhir atau paket IV yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero), yakni dari km 109,500 sampai dengan km 140,900, progresnya mencapai 8,8% dan telah dilakukan pengerasan beton sepanjang 3,5 kilometer.

Slamet mengatakan, jika dihitung dari pengerasan jalan atau progres pengerjaan konstruksi per paketnya, maka progres secara keseluruhan dari proyek jalan tol sepanjang 140 km ini telah mencapai sekitar 20%.

Hingga saat ini, pengerjaan yang ditargetkan rampung sebelum gelaran Asian Games, atau tepatnya pada Juni 2018 ini masih terus dikerjakan secara simultan.

"Kalau lihat panjang rigid dan progres per paketnya, mungkin sekitar 20% (progresnya) secara keseluruhan. Di sini semua jenis pekerjaan di kerjaan, jadi simultan. Karena setiap ada tanah bebas, langsung di pekerjaan pembersihan tempat kerja, clearing, langsung diikuti pengerjaan berikutnya. Jadi ada pengerasan beton, ada lapis pondasi, ada pengerjaan struktur jembatan, pekerjaan tanah, galian timbunan," tutur Slamet. (dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads