Ada Jalan Tol, Bakauheni-Terbanggi Besar Bisa Ditempuh Dua Jam

Ada Jalan Tol, Bakauheni-Terbanggi Besar Bisa Ditempuh Dua Jam

Fadhly F Rachman - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 10:40 WIB
Ada Jalan Tol, Bakauheni-Terbanggi Besar Bisa Ditempuh Dua Jam
Foto: Dikhy Sasra
Lampung -

Progres pembangunan konstruksi jalan tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar telah mencapai sekitar 20%. Proyek sepanjang 140 kilometer (km) itu masih terus dikerjakan oleh empat kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proyek ini sendiri ditargetkan selesai pada bulan Juni 2018, atau sebelum Asian Games berlangsung.

Pemimpin Proyek Ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Dan 2, Slamet Sudrajat, mengatakan setiap jalur jalan tol ini memiliki dua lajur dengan luas total 7,2 meter, dengan masing-masing lajur selebar 3,6 meter. Nantinya jalan tol ini bisa dilalui lebih dari 20 ribu kendaraan per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalan tol ini ada dua jalur, setiap jalurnya ada dua lajur. Setiap lajur kendaraan itu lebarnya 3,6 meter. Kemudian bahu jalan, luar dan dalam itu total 3 meter. Dengan itu, mungkin sekitar 20 ribu lebih kendaraan perhari bisa (melewati jalan tol)," ungkap Slamet kepada detikFinance di proyek pengerjaan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Rabu (1/3/2017).

Dengan adanya jalan tol ini, kata Slamet, maka perjalanan dari Bakauheni menuju Terbangi Besar yang biasa ditempuh dalam waktu kisaran 4 jam melalui jalan nasional akan menjadi jauh lebih cepat hingga 50%.

"Jadi sekitar 1,5 jam hingga sekitar 2 jam waktu tempuhnya," kata Slamet.

Slamet juga mengatakan, dengan terintegerasi langsung dengan Pelabuhan Bakauheni, adanya jalan tol ini juga bisa bermanfaat bagi pengguna jalan dalam sisi lalulintas angkutan barang, hingga pembangunan daerah setempat bisa dipacu.

"Jadi dengan pembangunan jalan tol ini, ada multiplier effectnya ke pembangunan di sepanjang koridor jalan tol ini. Kemudian juga arus lalulintas barang dan jasa bisa lebih lancar, sehingga dengan kelancaran transportasi itu harga produk mestinya bisa lebih murah," tuturnya. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads