Pengerjaan konstruksi proyek jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer (km) mencapai sekitar 20%. Padahal, proyek yang digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) Tbk tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2018, atau sebelum ajang Asian Games digelar.
Pemimpin Proyek Ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Dan 2, Slamet Sudrajat, menjelaskan hambatan dari pembangunan proyek tersebut tak lain adalah masalah pembebasan lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kendala) Utamanya di lahan. Sebetulnya pembebesan lahan di Bakauheni-Terbanggi besar ini, dibandingkan tol-tol lainnya itu sudah cepat. Hanya saja, karena di sini ada target yang cepat juga, sehingga (pembebasan lahan) dirasa kurang cepat. Hanya ya kita mau bisa lebih cepat lagi, karena ada target penyelesaian yang 140 kilometer itu sebelum Asian Games," ungkap Slamet kepada detikFinance di lokasi proyek, Lampung, Rabu (1/3/2017).
Walau demikian, Slamet mengaku optimistis jika pembangunan jalan tol tersebut bisa selesai sesuai target yang ditentukan. Asalkan, kata Slamet, pada bulan Maret ini pembebasan lahan sudah 100% dilakukan.
"Karena direncanakan tanahnya akan diselesaikan Maret 2017 ini, saya masih optimistis, itu bisa tercapai. Jalan tol ini ditargetkan itu sebelum ASEAN Games, jadi paling lambat Juni 2018 harus sudah selesai semuanya. Optimis selesai jalan tol ini, kalau Maret pembebasan lahannya 100%," kata Slamet.
Pembangunan Tol Bakauheni-Terbanggi besar sepanjang 140 km ini dikerjakan dalam empat paket pengerjaan, oleh empat kontraktor berbeda. Paket pertama dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk mulai dari Bakauheni km 0, hingga Sidomulyo km 39,400 dengan pencapaian progres konstruksi 36,7%.
Untuk paket II dari Sidomulyo km 39,400, hingga Lematang km 80, atau dengan panjang sekitar 40 km, progresnya mencapai 19,5%. Paket ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Kemudian paket selanjutnya, paket III dikerjakan oleh PT Adhi Karya dari Kota Baru km 80, sampai Gunung Sugih km 109,500 progresnya mencapai 18,9%. Dan untuk paket terakhir atau paket IV yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero), yakni dari Kota Baru km 109,500, sampai Terbanggi Besar km 140,900, progresnya mencapai 8,8%. (dna/dna)










































