"Samudera Hindia adalah samudera masa depan dan masa depan ekonomi dunia ada di kawasan ini," kata Jokowi saat membuka KTT IORA di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2017).
Kawasan yang sangat luas tersebut, menurut Jokowi memiliki banyak tantangan. Tapi bukan berarti kemudian seluruh pihak menjadi pesimis, karena sebenarnya selalu ada celah untuk bisa melewati berbagai tantangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mencatat bahwa setengah dari perjalanan kontainer adalah lewat samudera hindia. Yang kedua, 2/3 pengapalan tanker energi lewat samudra hindia. Ketiga yaitu 2,7 miliar orang tinggal di kawasan IORA," papar Jokowi.
IORA merupakan pelopor dan satu-satunya organisasi regional di wilayah Samudera Hindia. Samudera Hindia berperan strategis terutama untuk ekonomi dunia dimana terhubungnya perdagangan internasional dari Asia ke Eropa dan sebaliknya.
Saat ini, IORA beranggotakan 21 negara yaitu Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand dan Yaman. Selain itu, IORA juga menggandeng 7 negara mitra dialog, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Perancis dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Terdapat juga 2 organisasi peninjau di IORA yaitu Indian Ocean Tourism Organization(IOTO) dan Indian Ocean Research Group (IORG).
"Kita membutuhkan bapak ibu sekalian dalam keahlian bisnis untuk menciptakan solusi atas berbagai peluang dan tantangan yang tadi saya sampaikan dan tentu senang boleh bapak ibu menghasilkan untung yang sebanyak-banyaknya, tidak dilarang," terangnya. (mkj/mkj)











































