Jokowi: Kawasan Samudera Hindia adalah Masa Depan Ekonomi Dunia

Jokowi: Kawasan Samudera Hindia adalah Masa Depan Ekonomi Dunia

Hary Lukita Wardani - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 14:57 WIB
Jokowi: Kawasan Samudera Hindia adalah Masa Depan Ekonomi Dunia
Foto: Hary Lukita Wardani
Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta dengan tema 'Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Samudera Hindia yang Damai, Stabil dan Makmur'. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kawasan Samudera Hindia akan menjadi masa depan ekonomi dunia.

"Samudera Hindia adalah samudera masa depan dan masa depan ekonomi dunia ada di kawasan ini," kata Jokowi saat membuka KTT IORA di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2017).

Kawasan yang sangat luas tersebut, menurut Jokowi memiliki banyak tantangan. Tapi bukan berarti kemudian seluruh pihak menjadi pesimis, karena sebenarnya selalu ada celah untuk bisa melewati berbagai tantangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena saya pernah jadi pengusaha, saya tahu, bahwa setiap tantangan justru menciptakan peluang bagi pengusaha, di situlah peluang bisnisnya," imbuhnya.

"Saya mencatat bahwa setengah dari perjalanan kontainer adalah lewat samudera hindia. Yang kedua, 2/3 pengapalan tanker energi lewat samudra hindia. Ketiga yaitu 2,7 miliar orang tinggal di kawasan IORA," papar Jokowi.

IORA merupakan pelopor dan satu-satunya organisasi regional di wilayah Samudera Hindia. Samudera Hindia berperan strategis terutama untuk ekonomi dunia dimana terhubungnya perdagangan internasional dari Asia ke Eropa dan sebaliknya.

Saat ini, IORA beranggotakan 21 negara yaitu Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand dan Yaman. Selain itu, IORA juga menggandeng 7 negara mitra dialog, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Perancis dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Terdapat juga 2 organisasi peninjau di IORA yaitu Indian Ocean Tourism Organization(IOTO) dan Indian Ocean Research Group (IORG).

"Kita membutuhkan bapak ibu sekalian dalam keahlian bisnis untuk menciptakan solusi atas berbagai peluang dan tantangan yang tadi saya sampaikan dan tentu senang boleh bapak ibu menghasilkan untung yang sebanyak-banyaknya, tidak dilarang," terangnya. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads