Ungkap Kartel Cabai, KPPU Datangi Daerah Ini

Ungkap Kartel Cabai, KPPU Datangi Daerah Ini

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 16:35 WIB
Ungkap Kartel Cabai, KPPU Datangi Daerah Ini
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap kartel cabai rawit merah. Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, bergerak cepat dengan mengirim investigator ke daerah sentra cabai, antara lain Malang dan Blitar.

Apa hasil penyelidikan investigator KPPU di lapangan?

"Saya sudah minta investigator kita cek pasokan petani di Jawa Timur. Ada yang memang stabil pasokannya, tapi ada juga juga yang pasokannya berkurang. Di Jawa Timur, cabai ada seperti Blitar dan daerah lain. Tapi kita cek di Malang itu memang ada penurunan, hanya cabai harusnya tidak setinggi ini harganya," ujar Syarkawi di Kantor KPPU, Senin (6/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kementan Gandeng KPPU Ungkap Kartel Cabai Rawit Merah

Seharusnya, kata Syarkawi, harga cabai rawit merah tak melonjak tinggi hingga Rp 160.000/kg.

"Kita monitoring di beberapa pasar itu harganya sampai Rp 160.000/kg, padahal meski turun produksinya, harga enggak sampai eksesif seperti sekarang ini. Harusnya cabai rawit Rp 80.000-90.000/kg," ungkap Syarkawi.

Baca juga: Mentan: Tindak Tegas Pelaku Kartel Cabai, Jangan Beri Ampun!

Menurut Syarkawi, permainan harga sendiri berada pada segelintir pedagang bandar yang selama ini memasok cabai ke pasar induk. Lantaran jumlahnya yang tak banyak, membuat pemasok tersebut bisa membagi-bagi alokasi cabai untuk perusahaan sambal dan pasar induk.

"Sekarang harga tinggi masalahnya ada yang di tengah rantai distribusi yang pasok cabai ke pasar induk. Ini yang membuat harga sampai di pasar itu sampai Rp 160.000/kg. Pemain yang tidak banyak ini yang bisa kendalikan dan bagi-bagi pasokan," kata Syarkawi. (idr/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads