Follow detikFinance
Senin 06 Mar 2017, 16:44 WIB

Bertemu Luhut, Bos Temasek Siap Genjot Investasi di RI

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Bertemu Luhut, Bos Temasek Siap Genjot Investasi di RI CEO Temasek Holdings, Ho Ching. Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Kantor Pusat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman siang tadi kedatangan Chief Executive Officer (CEO) Temasek Holdings, Ho Ching. Istri Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, ini datang untuk menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut mengatakan, kedatangan Ibu Negara Singapura ini sekadar berkunjung menanyakan kondisi perkembangan Indonesia, baik dari sisi politik, keamanan, maupun ekonomi. Luhut mengaku, Temasek berminat menambah investasi di Indonesia.

"Tadi Temasek, Madam Ho Ching, beliau teman lama juga waktu saya duta besar di Singapura. Kami banyak berbicara tentang ekonomi dan beliau berikan pandangan-pandangan dan juga tertarik melihat investasi Indonesia. Karena Ho Ching (melihat), Indonesia ini menjadi perhatian dunia sekarang," ungkap Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Luhut mengatakan, Temasek sendiri masih belum menentukan akan berinvestasi di sektor mana. Namun, Luhut sudah menawarkan Ho Ching untuk berinvestasi di sektor infrastruktur yang saat ini menjadi fokus pemerintah.

"Infrastruktur banyak, mulai dari water verification, jalan, listrik, seaport, airport, pertanian juga tadi, dan investor terbesar Indonesia kan dari Singapura. Mereka ingin lagi investasi," kata dia.

"Presiden juga memang mengarahkan semoga push direct investment. Mereka tertarik juga di daerah Batam, Bintan, Karimun, karena dekat dengan Singapura. Tadi saya tawarkan juga kerja sama di Pulau Tolok dan Nipa, dia juga mau melihat Temasek mungkin ada peluang ke sana," sambungnya.

Nantinya, kata Luhut, Temasek bisa, berinvestasi dengan membangun infrastruktur seperti pembangunan pelabuhan mau pun tempat penyimpanan minyak untuk kapal Singapura, di tempat yang ia tawarkan.

Menurut Luhutu, Singapura saat ini melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki kondisi ekonomi yang baik, sehingga Temasek sangat berminat untuk melakukan investasi.

"Misalnya buat storage tank, misalnya daerah itu kan kedalaman lautnya dalam 28 meter, jadi bisa saja jadi pelabuhan yang dalam," ujar Luhut.

"Singapura melihat Indonesia menjadi tempat mereka investasi yang menarik, disampaikan juga sekarang Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, dengan keadaan baik, mereka punya confidence tinggi untuk berinvestasi di sini," tutur Luhut.

Temasek adalah BUMN Singapura yang banyak berinvestasi di Indonesia. Temasek diketahui memiliki beberapa saham di beberapa perusahaan RI di bidang telekomunikasi, salah satunya adalah Telkomsel melalui anak usahanya.

Temasek juga sempat memiliki saham di PT Indosat Tbk, sebelum akhirnya dijual ke pihak Qatar. Selain di sektor telekomunikasi, Temasek juga memiliki saham di sektor finansial, seperti PT Bank Danamon Indonesia, PT Bank Permata Tbk, hingga ke sektor ritel seperti Matahari. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed