G7 Meminta Cina Segera Perlonggar Mata Uangnya

G7 Meminta Cina Segera Perlonggar Mata Uangnya

- detikFinance
Senin, 18 Apr 2005 13:31 WIB
Jakarta - Tujuh negara maju yang tergabung dalam G7 secara implisit meminta kepada Cina untuk mulai memperlonggar rezim mata uangnya yang selama ini selalu dipatok pada kisaran tertentu. Hal ini diyakini mampu mengurangi bahaya imbalansi perekonomian global sebagaimana dikatakan IMF.Demikian salah satu topik pembicaraan pada sesi terakhir dalam pertemuan menteri-meteri keuangan G7 yang digelar Jumat dan Sabtu pekan lalu di Washington sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (18/4/2005)."Dalam kesempatan ini kami minta Cina untuk mulai langkah dan menjalankan fleksibilitas mata uangnya," kata Sekretaris US Treasury John Snow.Para menteri keuangan dari Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang dan AS ini menyebutkan bahwa fleksibilitas mata uang merupakan keinginan dari hampir semua negara atau wilayah ekonomi manapun.Negara-negara G7 ini akan memelopori dan menyebarluaskan upaya perbaikan sistem keuangan internasional dan dasar dari mekanisme pasar.Pejabat Cina sendiri sejauh ini belum bisa dikonfirmasi karena tidak hadir dalam kesempatan tersebut kaerena bukan menjadi anggota G7. Meski demikian diharpkan para pejabat Cina bisa turut ambil bagian dari pertemuan menteri keangan G7 pada September dan Februari mendatang.Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Cina Li Yong dan Deputi Gubernur Bank Sentral Cina Li Ruogu mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh seorang pejabat AS adalah bukan pernyataan resmi G7 meskipun pertemuan tersebut berbarengan dengan pertemuan IMF dan Bank Dunia.Namun pernyataan pejabat Cina ini dianggap bentuk penghinaan. Ditegaskan oleh Menteri Keuangan Inggris Gordon Brown bahwa dalam pembicaraan G7 semua hal termasuk isu kebijakan nilai tukar. "Peran Cina sangat penting dalam jalannya pertemuan, semua isu dibicarakan termasuk masalah nilai tukar mata uang," katanya.Ditegaskan bahwa apakah pernyataan ini sebagai bentuk penghinaan ataupun tidak, posisi Cina selama ini memang sangat penting dan bahkan kebijakan yang ditempuhnya bisa memperlemah kondisi perekonomian dunia. Saat ini Cina juga tengah mengalami ketegangan hubungan dengan Jepang dan Taiwan.Selama ini mata uang Yuan Cina selalu dipatok pada posisi 8,28 per US$ 1. Namun sejauh ini pihak Cina tampaknya belum merespon keinginan untuk melakukan fleksibilitas mata uangnnya. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads