Follow detikFinance
Selasa 07 Mar 2017, 19:16 WIB

Mentan Panen Padi dan Percepat Serap Gabah Petani di Jatim

Eko Sudjarwo - detikFinance
Mentan Panen Padi dan Percepat Serap Gabah Petani di Jatim Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan - Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen raya padi dan percepatan serap gabah petani (sergab) di Jawa Timur. Hal ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk menjaga kedaulatan pangan dengan menyerap gabah petani minimal 4 juta ton setara beras dalam waktu 6 bulan.

Waktu penyerapan gabah yakni Maret-Agustus 2017 dengan harga gabah kering panen petani Rp 3.700 per kg.

Panen raya padi dan sergab ini dilakukan di Desa Tri Tunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (7/3/2017). Hadir dalam acara ini Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjen Komaruddin Simanjuntak, Direktur Perum Bulog Sumberdaya Manusia dan Urusan Umum, Wahyu Suparyono, Bupati Lamongan, Muhammad Fadli, dan Bupati Tuban, Fathul Huda.

Amran mengatakan, percepatan sergap merupakan perintah Presiden Jokowi melalui Perpres 20/2017. Intinya agar apapun kondisi gabah yang ada di lapangan dibeli dengan harga Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Kami sudah mengeluarkan Permentan yakni nomor 3/2017. Kadar air 25-30 persen Gabah Kering Panen (GKP) tetap dibeli dengan harga Rp 3.700/kg dan fleksibilitas pembelian gabah hingga 30 persen kadar air diserap pemerintah dengan HPP GKP, yaitu Rp 3.700/kg," kata Amran dalam keterangan tertulis dari Kementan.

Terkait hal ini, Amran meminta Perum Bulog untuk membeli gabah petani dengan HPP yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 3.700 per kg.

"Dijamin, beras gabah yang dikirim ke Bulog pasti akan diterima. Harga Rp 3.700 berlaku di seluruh Indonesia," ucap Amran.

Untuk percepatan sergap, Amaran tidak hanya meminta Bulog untuk menerima gabah milik petani dengan HPP. Amran juga meminta kepala-kepala desa dan Babinsa untuk mengawal pengiriman gabah ke Bulog.

Menurutnya, gudang Bulog tidak boleh kosong. Apabila penuh, Bulog harus mencarikan gudang milik pihak manapun agar semua gabah petani terserap. Sebab, petani tidak boleh rugi karena gabahnya terjual murah atau di bawah HPP.

"Tidak ada alasan Bulog tidak menerima. Jangan biarkan rakyat berteriak. Tidak ada alasan beras tidak diterima, dan tidak ada lagi alasan petani dirugikan, tolong kita bahu-membahu," ujarnya.

Amran siap merealisasikan target penyerapan gabah petani. Bulog telah meningkatkan serapan dari 200 ton per hari menjadi 14 ribu ton. "Tapi kami ingin tingkatkan lagi, kita ingin 20 ribu-30 ribu ton per hari," tutur dia.

Terkait hal ini, Direktur Perum Bulog Sumberdaya Manusia dan Urusan Umum, Wahyu Suparyono mengatakan pihaknya siap menyerap berapapun harga gabah petani. Untuk di Jawa Timur, dari target nasional 4 juta ton setara beras, Bulog menargetkan gabah petani yang diserap yakni 1 juta ton setara beras.

"Sesuai dengan perintah Menteri Pertanian, kami siap serap berapapun gabah yang dihasilkan petani sesuai HPP. Kadivre dan Kasubdivre di daerah yang tidak sanggup, kami tidak main-main akan segera copot. Ini komitmen kami," ujar Wahyu.

Sementara itu, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjen Komaruddin Simanjuntak menegaskan pihak TNI akan membentuk Satgas Sergab guna mempercepat penyerapan gabah petani. Satgas ini pun untuk menindak dengan tegas pihak-pihak yang membeli gabah petani tidak sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Ini perintah Panglima tertinggi melalui Menteri Pertanian. Kita akan kawal petani kita dengan cara membentuk Satgas Sergap. Kita akan dirikan posko di semua lokasi panen petani. Satgas beranggotan pihak dinas pertanian dan Babinsa," tegasnya.

Menurut Komaruddin, Babinsa harus melaporkan apabila ada pihak yang mempermainkan harga gabah. Harga gabah petani harus dibeli sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

"Jika ditemukan ketidaksesuaian harga, maka Babinsa siap menangkap. Perintah atasan ke Babinsa harus sukses," ucap Komaruddin.

Mentan dan rombongan rencananya akan melanjutkan panen raya padi dan percepatan serapan gabah petani ke Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi pada Rabu (8/3/2017). Diharapkan, gabah petani di Jatim dapat terserap secara menyeluruh dan mendapatkan harga yang menguntungkan sesuai HPP. (nwy/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed