Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, gelaran IORA yang dilaksanakan di Indonesia banyak menghasilkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Menurut Darmin, selama 20 tahun gelaran IORA, konsep dalam pertemuan selama ini hanya ada di tingkat menteri saja.
Sehingga, Indonesia mengambil inisiatif untuk mengangkat kerja sama samudera hindia itu menjadi lebih jelas arahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pertama, kata Darmin, adalah Indonesia sebagai peletak dasar untuk membangun kerjasama dengan negara di luar ASEAN, seperti India, Afrika Selatan, dan Australia.
"Jadi lebih besar dari ASEAN, ini kerjasama ekonomi dalam bentuk mungkin format ASEAN yang diperluas," tambahnya.
Potensi kerja sama yang bisa dimaksimalkan, pada saat pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan beberapa kepala negara seperti Bangladesh, Yaman, Iran, India dan Mozambik. Seluruh pertemuan bilateral tersebut membicarakan mengenai ekonomi.
"Perdagangan, investasi, jadi misalnya dengan katakanlah Bangladesh tadi bicara banyak soal mereka mau mengimpor gerbong Kereta 250 lagi tambahan, mereka juga tawarkan kerjasama di bidang farmasi karena dia juga cukup maju, selain India dan China, presiden mengatakan silahkan dengan senang hati tapi B-to-B," kata Darmin.
"Kemudian dengan India melanjutkan kunjungan yang dulu, dan mereka sudah kirim para pengusaha ke sini dengan menterinya. Iran juga gitu, tanpa muluk-muluk akan bisa lebih mudah, lebih konkrit," sambungnya.
Dengan adanya kerjasama, kata Darmin, memberikan potensi peningkatan jumlah ekspor. "Dengan Bangladesh kita surplusnya besar sehingga memang pantas dilanjutkan kerjasamanya, dengan Afrika Selatan menteri perdagangan akan segera juga ke sana menindaklanjutinya," tandasnya. (mkj/mkj)











































