Banyak Kerja Sama Ekonomi dari Pertemuan Negara Samudera Hindia

Banyak Kerja Sama Ekonomi dari Pertemuan Negara Samudera Hindia

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Mar 2017 19:43 WIB
Banyak Kerja Sama Ekonomi dari Pertemuan Negara Samudera Hindia
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Indian Ocean Rim Association (IORA) atau Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia telah rampung dilaksanakan di Indonesia. Gelaran ini telah terbentuk sejak 20 tahun lalu. Saat ini, Indonesia sebagai tuan rumah yang mulai dilaksanakan pada 5 Maret-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, gelaran IORA yang dilaksanakan di Indonesia banyak menghasilkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Menurut Darmin, selama 20 tahun gelaran IORA, konsep dalam pertemuan selama ini hanya ada di tingkat menteri saja.

Sehingga, Indonesia mengambil inisiatif untuk mengangkat kerja sama samudera hindia itu menjadi lebih jelas arahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu lebih banyak ke ekonomi, karena bagaimanapun kepentingan bersama paling banyak di ekonomi, kan kalau di lautan lain-lain itu sudah banyak, yang samudera hindia yang sebenarnya yang paling lama justru baru sekarang satu kerja sama antar negara," kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Hasil pertama, kata Darmin, adalah Indonesia sebagai peletak dasar untuk membangun kerjasama dengan negara di luar ASEAN, seperti India, Afrika Selatan, dan Australia.

"Jadi lebih besar dari ASEAN, ini kerjasama ekonomi dalam bentuk mungkin format ASEAN yang diperluas," tambahnya.

Potensi kerja sama yang bisa dimaksimalkan, pada saat pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan beberapa kepala negara seperti Bangladesh, Yaman, Iran, India dan Mozambik. Seluruh pertemuan bilateral tersebut membicarakan mengenai ekonomi.

"Perdagangan, investasi, jadi misalnya dengan katakanlah Bangladesh tadi bicara banyak soal mereka mau mengimpor gerbong Kereta 250 lagi tambahan, mereka juga tawarkan kerjasama di bidang farmasi karena dia juga cukup maju, selain India dan China, presiden mengatakan silahkan dengan senang hati tapi B-to-B," kata Darmin.

"Kemudian dengan India melanjutkan kunjungan yang dulu, dan mereka sudah kirim para pengusaha ke sini dengan menterinya. Iran juga gitu, tanpa muluk-muluk akan bisa lebih mudah, lebih konkrit," sambungnya.

Dengan adanya kerjasama, kata Darmin, memberikan potensi peningkatan jumlah ekspor. "Dengan Bangladesh kita surplusnya besar sehingga memang pantas dilanjutkan kerjasamanya, dengan Afrika Selatan menteri perdagangan akan segera juga ke sana menindaklanjutinya," tandasnya. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads