Darmin: Bangladesh Pesan 250 Gerbong Kereta RI

Darmin: Bangladesh Pesan 250 Gerbong Kereta RI

Hary Lukita Wardani - detikFinance
Selasa, 07 Mar 2017 20:16 WIB
Darmin: Bangladesh Pesan 250 Gerbong Kereta RI
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan perwakilan empat negara, yaitu Bangladesh, Mozambik, Yaman, dan Iran. India juga ikut sebagai tambahan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution memberikan penjelasan mengenai hasil pertemuan tersebut. Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wajed, Jokowi fokus kepada penambahan pesanan gerbong kereta api.

Sedangkan dengan Presiden Mozambik Fillipe Jacinto Nyusi, kata Darmin, Jokowi banyak berbicara mengenai pertanian kapas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pertama tadi dengan Bangladesh, perdagangan dengan mereka surplusnya enggak besar tapi mereka mau memesan lagi gerbong kereta api sebanyak 250 buah. Memang mereka menawarkan industri farmasi yang murah dan bagus, mereka ingin kerja sama. Presiden akan tawarkan ini ke swasta kita. Jika untuk Mozambik kalian tahu kan letaknya di mana. Mereka kuat di perikanan, mereka negara yang maritim juga tapi mereka kuat di pertanian kapas, banyak pembicaraan ke arah itu," ujar Darmin di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Sedangkan untuk ketiga negara lain, seperti pertemuan dengan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, dirinya mengaku lebih banyak membicarakan situasi negara tersebut usai konfik.

Darmin mengatakan, Yaman juga meminta Indonesia berinvestasi di sana. Sementara pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javed Zarif, Jokowi mengingatkan untuk realisasikan kerja sama dalam bidang minyak, contohnya kerja sama dengan Pertamina yang sudah diteken.

"Dengan Yaman, kita lebih banyak bicarakan situasi mereka setelah perang dan konflik. Mereka mau membangun, pengusaha kita diundang untuk investasi di sana. Presiden minta perhatian agar mahasiswa Indonesia yang di Yaman tetap dilindungi karena sudah dibawa 2.600 siswa, ternyata masih ada 600 lagi yang tinggal di Kota Salalah, antara Oman–Yaman," ujarnya.

Darmin menambahkan, Jokowi sudah melakukan pertemuan dengan Presiden India Hamid Ansari Desember lalu. Dari hasil pertemuan kali ini, akan ada tidak lanjut di bidang farmasi antar kedua negara.

"Pertemuan dengan India, sebenanrnya presiden baru ke sana juga kan Desember lalu. Mengatakan sudah ada follow up di bidang farmasi. Jadi kunjungan terakhir ini cukup bagus," imbuhnya.

Pernyataan ini juga datang dari Wakil Menteri Luar Negeri AM. Fachir bahwa pertemuan kali ini berjalan signifikan. Semua aspek coba diperkuat oleh Indonesia.

"Semua signifikan, semua aspek kita coba perkuat," tutupnya. (lkw/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads