Menko Perekonomian Darmin Nasution memberikan penjelasan mengenai hasil pertemuan tersebut. Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wajed, Jokowi fokus kepada penambahan pesanan gerbong kereta api.
Sedangkan dengan Presiden Mozambik Fillipe Jacinto Nyusi, kata Darmin, Jokowi banyak berbicara mengenai pertanian kapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk ketiga negara lain, seperti pertemuan dengan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, dirinya mengaku lebih banyak membicarakan situasi negara tersebut usai konfik.
Darmin mengatakan, Yaman juga meminta Indonesia berinvestasi di sana. Sementara pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javed Zarif, Jokowi mengingatkan untuk realisasikan kerja sama dalam bidang minyak, contohnya kerja sama dengan Pertamina yang sudah diteken.
"Dengan Yaman, kita lebih banyak bicarakan situasi mereka setelah perang dan konflik. Mereka mau membangun, pengusaha kita diundang untuk investasi di sana. Presiden minta perhatian agar mahasiswa Indonesia yang di Yaman tetap dilindungi karena sudah dibawa 2.600 siswa, ternyata masih ada 600 lagi yang tinggal di Kota Salalah, antara Oman–Yaman," ujarnya.
Darmin menambahkan, Jokowi sudah melakukan pertemuan dengan Presiden India Hamid Ansari Desember lalu. Dari hasil pertemuan kali ini, akan ada tidak lanjut di bidang farmasi antar kedua negara.
"Pertemuan dengan India, sebenanrnya presiden baru ke sana juga kan Desember lalu. Mengatakan sudah ada follow up di bidang farmasi. Jadi kunjungan terakhir ini cukup bagus," imbuhnya.
Pernyataan ini juga datang dari Wakil Menteri Luar Negeri AM. Fachir bahwa pertemuan kali ini berjalan signifikan. Semua aspek coba diperkuat oleh Indonesia.
"Semua signifikan, semua aspek kita coba perkuat," tutupnya. (lkw/ang)











































