Harga Minyak Surut di Bawah US$ 50 per Barel
Senin, 18 Apr 2005 14:51 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia mulai surut hingga di bawah US$ 50 per barel seiring meningkatnya cadangan dan juga pertumbuhan permintaan minyak Cina yang ternyata lebih rendah dari perkiraan.Pada Senin (18/4/2005) ini, harga minyak akhirnya menembus level di bawah US$ 50 per barel yakni US$ 49,66 per barel sebelum akhirnya kembali ke level US$ 50,20 per barel yang berarti turun 29 sen dibandingkan harga penutupan Jumat kemarin. Sementara untuk jenis minyak Brent turun 51 sen menjadi US$ 51,1 per barel."Investor yang telah membeli harga minyak pada saat level tertinggi mungkin sekarang sedikit gugup. Cadangan minyak AS sekarang cukup baik. Saya menilai, anda tidak dapat menduga harga bisa mencapai US4 47-48 per barel dalam beberapa pekan ke depan," kata David Thurtel, analis dari Commonwealth Bank, Australia seperti dilansir Reuters.OPEC pada bulan lalu secara resmi telah meningkatkan produksinya sebesar 500 ribu barel per hari menjadi 27,5 juta bph, yang dimaksudkan untuk meredam harga minyak yang terus melonjak dan bertahan di atas level US$ 50 per barel. Negara anggota OPEC Aljazair menyatakan, OPEC tengah mempertimbangkan kenaikan kuota produksinya pada Juni untuk mencukupi kenaikan permintaan pada akhir tahun selama musim dingin di belahan bumi utara.Juru bicara OPEC Abdel-Rahman al Khreiji seperti dilansir kantor berita Kuwait, KUNA, Sabtu (15/4/2005) pekan lalu mengatakan, OPEC berharap kenaikan akan ditunda dalam beberapa waktu mendatang pada saat penurunan harga minyak terus berlanjut.
(qom/)











































