Tol Mojokerto-Kertosono Sepi, Operator Gelar Sosialisasi

Tol Mojokerto-Kertosono Sepi, Operator Gelar Sosialisasi

Enggran Eko Budianto - detikFinance
Rabu, 08 Mar 2017 17:13 WIB
Tol Mojokerto-Kertosono Sepi, Operator Gelar Sosialisasi
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto - Lantaran belum tersambung sepenuhnya, Ruas Tol Mojokerto-Kertosono saat ini sepi peminat. Pemegang hak konsesi, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) menggandeng Ditlantas Polda Jatim untuk melakukan sosialisasi khusus pengoperasian seksi 3.

Kepala Divisi Operasional Tol Mojokerto-Kertosono PT MHI, Yanuar Firmanto, mengatakan sepinya mobil yang melalui ruas Tol Mojokerto-Kertosono akibat belum selesainya seksi 2 sepanjang 19,9 Km yang membentang dari Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Jombang hingga Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Akibatnya, pengendara yang akan menuju ke Jombang melalui seksi 3, hanya sampai gerbang Tol Mojokerto Barat di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg. Begitu pula yang melalui seksi 1 di Jombang, hanya akan bisa melalui jalan hambatan dari Bandar Kedungmulyo hingga Tembelang, Jombang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapan kami kendaraan 2.000 unit per hari untuk seksi 3. Sementara ini rata-rata hanya 400 kendaraan di seksi 3, seksi 1 rata-rata hanya 2.500 kendaraan per hari," kata Yanuar usai sosialisasi pengoperasian seksi 3 di gerbang Tol Mojokerto, Rabu (8/3/2017).

Baca juga: Tersisa 2 Seksi, Tol Mojokerto-Kertosono 40,5 Km Ditargetkan Tuntas Awal 2017

Sebagai pemegang hak konsesi ruas Tol Mojokerto-Kertosono hingga 2045, PT MHI menagetkan semua seksi tersambung keseluruhan pada Mei 2017. Dengan begitu, trafick kendaraan yang melalui ruas tol Trans Jawa itu bisa melambung sesuai target.

"Kalau tersambung semua, kami berharap jumlah kendaraan yang melalui tol Mojokerto-Kertosono 18.000 per hari," ujarnya.

Untuk itu, PT MHI menggandeng Ditlantas Polda dan Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Jatim untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat atas beroperasinya seksi 3.

Kasi Kerja sama Ditlantas Polda Jatim, Eny Mardiasri mengatakan, selain belum tersambung penuh, rendahnya minat masyarakat menggunakan ruas Tol Mojokerto-Kertosono karena adanya kemacetan pada pintu masuk di kawasan Driyorejo, Gresik melalui Tol Sumo. Sehingga pengendara enggan masuk ke ruas tol ini.

"Kami bantu sosialisasi pengoperasian seksi 3, tujuannya untuk mengurangi kemacetan di wilayah Driyorejo, By pass Krian, dan Legundi. Kami melakukan pengumuman kepada masyarakat, nanti pilihan di masyarakat," terangnya.

Eny berharap, PT MHI segera menuntaskan pembangunan di seksi 2 dan 4. Dengan begitu, ruas tol sepanjang 40,5 Km itu akan bisa dilalui sepenuhnya dari Mojokerto sampai Bandar Kedungmulyo, Jombang.

"Mungkin kalau sudah dibuka seluruhnya masyarakat akan antusias," tandasnya.

Ruas Tol Mojokerto-Kertosono menghubungkan Kecamatan Bandar Kedungmulyo di Kabupaten Jombang dengan Kecamatan Jetis di Kabupaten Mojokerto. Ruas tol bagian dari proyek tol Trans Jawa ini memiliki panjang 40,5 Km yang terbagi dalam 4 seksi.

Seksi 1 sepanjang 14,7 Km yang menghubungkan antara Bandar Kedungmulyo dengan Tembelang resmi beroperasi sejak Oktober 2014. Seksi 3 sepanjang 5 Km dari Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg hingga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto telah dioperasikan sejak Desember 2016. Seksi 2 sepanjang 19,9 Km telah rampung 70%. Sementara seksi 4 sepanjang 0,9 Km telah selesai dibangun 60%. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads