Follow detikFinance
Kamis 09 Mar 2017, 15:02 WIB

Begini Solusi UKM Dapat Modal Usaha

Niken Widya Yunita - detikFinance
Begini Solusi UKM Dapat Modal Usaha Foto: Dok. Bekraf
Tegal - Para pelaku ekonomi kreatif membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usaha. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membantu dengan menyelenggarakan workshop.

Bekraf mengadakan workshop tentang peningkatan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif di Tegal pada 8-10 Maret 2017. 100 Pelaku ekonomi kreatif sub sektor unggulan dan prioritas menjadi peserta workshop ini.

Bekraf bukan hanya menggandeng Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB) yaitu Perusahaan Baitul Maal wat Tamwil (PBMT) Ventura, Bahana Artha Ventura dan Sarana Jakarta Ventura. Tetapi juga pihak perbankan yaitu BRI.

Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo membantu proses intermediasi LKNB dan perbankan dengan para pelaku industri kreatif. Tujuannya agar bisa mengakses permodalan dari LKNB serta perbankan.

"Kami berharap, PBMT Ventura, Bahana Artha Ventura dan Sarana Jakarta Ventura sebagai LKNB dan BRI sebagai perbankan bisa berperan maksimal sebagai sumber permodalan bagi pengembangan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," ujar Fadjar dalam keterangan tertulis dari Bekraf, Kamis (9/3/2017).

Perusahaan modal ventura serta perbankan perlu menganalisis risiko dalam menyalurkan dana kepada pelaku ekonomi kreatif sebagai calon penerima dana. Sehingga, workshop ini berperan untuk mempersiapkan para pelaku ekonomi kreatif mengakses permodalan LKNB dan perbankan.

Workshop ini akan membuka wawasan para peserta tentang pengembangan bisnis dan kapasitas usaha, terutama pengetahuan mengakses permodalan guna meningkatkan nilai tambah dan produktivitas. Tujuan penyelenggaraan workshop ini untuk meningkatkan variasi dan kualitas produk yang berorientasi ekspor, mengajarkan manajemen keuangan dan manajemen resiko yang berorientasi ekspor serta bisa mengakses sumber permodalan dari LKNB dan perbankan.

"Bekraf berupaya melakukan intermediasi antara pemilik modal termasuk LKNB dan perbankan ke pelaku ekonomi kreatif dan mengajak LKNB serta perbankan agar aktif menyalurkan skema perbiayaan kepada pelaku ekonomi kreatif," kata Fadjar.

Pelaksanaan Workshop

Bekraf memberikan pelatihan terkait manajemen risiko, manajemen keuangan, manajemen inovasi dan kewirausahaan serta peningkatan nilai tambah dan produktivitas yang berorientasi ekspor sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih hadir dan memberikan sambutan. Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo membuka acara pada hari kedua (9/3/2017) ini.

Pada workshop ini, Bekraf tidak hanya ikut Sosialisasi Program Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif oleh Direktur Akses Non Perbankan Sugeng Santoso dan Sosialisasi Program Akses Perbankan oleh Kasubdit Perbankan Konvensional, Direktorat Akses Perbankan Dedy Andriansyah. Namun juga sosialialisasi aplikasi BISMA oleh Kasubdit Informasi dan Pengolahaan Data, Direktorat Riset dan Pengembangan, Slamet Aji Pamungkas. BISMA merupakan aplikasi untuk mendata pelaku ekonomi kreatif.

Selain narasumber dari Bekraf, LKNB dan perbankan, Bekraf juga menghadirkan Suharmanto, Kepala Bappeda Kabupaten Tegal dan Nur Effendi, Kepala Bappeda Kota Tegal yang diiwakili oleh Kabid Ekonomi untuk mengutarakan peran sektor ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi dan perencanaan strategis daerah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.
(nwy/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed