Follow detikFinance
Kamis 09 Mar 2017, 15:24 WIB

Atasi Masalah Kekurangan Lahan, Jokowi Siapkan 2 Perpres Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Atasi Masalah Kekurangan Lahan, Jokowi Siapkan 2 Perpres Ini Foto: Dok Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan
Jakarta - Presiden Joko Widodo tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk penyediaan lahan. Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan ada 2 Perpres yang sedang disiapkan.

Pertama, Perpres pelepasan kawasan hutan yang diduduki masyarakat. Kedua, Perpres distribusi lahan. Menurut Sofyan, dua Perpres tersebut masih dalam tahap finalisasi.

"Perpres sedang dalam proses 1-2 bulan ini selesai. Rapat begitu diteken presiden. Perpres dalam rangka reforma agraria," kata Sofyan, di acara diskusi sawit, Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/3/2017)

Aturan pelepasan lahan tersebut bagi masyarakat yang secara fakta telah menempati atau bermukim di kawasan hutan cukup lama.

"Jadi Pemerintah juga menyiapkan Perpres untuk pelepasan kawasan hutan yang de facto dimiliki masyarakat, karena banyak sekali kebijakan di hutan ini, di Jawa sekian puluh ribu hektar masyarakat kampung di dalam kawasan hutan itu akan dilepaskan, dan kita formalkan," tambahnya.

Sebelum ada perpres lanjut Sofyan, para tim ATR seperti juru ukur dan pengumpul data tidak bisa bekerja atau mengukur karena teritorial lahan berada dalam kawasan hutan.

"dengan Perpres maka akan teratasi, ini termasuk reforma agraria, kita akan keluarkan Perpes itu sehingga dengan demikian kawasan yang de facto bisa disertifikatkan itu akan lebih mudah diselesaikan." Ujarnya.

Sofyan melanjutkan, terdapat 4,7 juta hektar lahan perkebunan yang masuk di kawasan hutan. Dari total tersebut, sekitar 2,7 juta hektar dikuasai oleh perusahaan perkebunan. Dengan adanya perpres pelepasan lahan masyarakat di hutan dan distribusi lahan ini bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Tidak hanya itu, Perpres ini juga dinilai akan menurunkan gini rasio pertanahan di Indonesia yang saat ini sebesar 0,6 menjadi 0,35. Apalagi, Kementerian ATR akan menerbitkan 5 juta sertifikat lahan di 2017.

"Makanya tahun ini paling sedikit 5 juta sertifikat, serta mengkoordinasi seluruh bank, minggu depan bisa semua bank, di luar 5 juta tadi, kita ingin di luar 5 juta kita ingin sertifikasi semua tanah nasabah bank," tandasnya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed