Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo ditemui di sela acara ASEAN Economic Ministers Retreat di Hotel Conrad, Pasay City, Manila, Fillipina, Kamis (9/3/2017).
"Fokus pemerintah itu kan membangun dari pinggiran. Itu artinya, bukan sekedar dari pinggiran ke tengah. Tapi juga dari pinggiran ke luar negeri. Jadi kawasan pinggiran ini harus diberdayakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan dengan luar negeri," ujar dia dalam kesempatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan ini, lanjut dia, akan dijadikan pusat perdagangan yang menghubungkan dua kota di Fillipina bagian selatan yakni Davao City dan General Santos City.
"Kita akan ada kapal RORO (roll in roll out) yang direct dari Bitung ke Davao City dan General Santos di Filipina bagian selatan. Ini akan menjadi jalur perdagangan yang menghubungkan langsung Indonesia dengan Filipina secara perdagangan," tutur dia.
Dengan dibukanya pintu perdagangan di Bitung, diharapkan kawasan ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pinggiran Indonesia.
"Jadi nanti dari Sulawesi Utara, dari Ambon dan beberapa kawasan lain, bisa masuk dari Bitung untuk ekspor ke Filipina dari sisi selatannya," sambung dia.
Rencana ini, kata Iman, bakal direalisasikan pada April 2017 mendatang bertepatan dengan agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.
"April 2017 nanti akan kita buka. Ini sudah kesepakatan Pemerintah Indonesia dengan Filipina," tandas dia. (dna/ang)











































