Bappenas: Indonesia Kurang Menarik Karena Infrastruktur Tertinggal

Bappenas: Indonesia Kurang Menarik Karena Infrastruktur Tertinggal

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 10 Mar 2017 11:10 WIB
Bappenas: Indonesia Kurang Menarik Karena Infrastruktur Tertinggal
Pembangunan Tol Trans Sumatera (Foto: Dikhy Sasra)
Kuta - Pemerintahan Jokowi-JK sejak awal sangat fokus untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang merata. Pembangunan infrastruktur juga diutamakan di daerah-daerah terluar yang masih minim infrastruktur.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan perhatian khusus tersebut lantaran pemerintah melihat infrastruktur di Indonesia cukup memprihatinkan karena jauh tertinggal dengan negara lainnya.

"Bandingkan saja dengan China, enggak usah kota besar seperti Beijing atau Shanghai, lihat kota-kota kategori menengah mereka infrastrukturnya sudah sangat bagus. Kualitas infrastrukturnya bahkan lebih bagus dibanding Jakarta," terangnya dalam acara Underwriting Network 2017 di Kuta, Bali, Jumat (10/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya itu, minimnya infrastruktur di Indonesia menurut Bambang juga mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Para investor ragu masuk ke Indonesia lantaran infrastruktur seperti jalan dan energi masih belum mendukung.

"Faktanya survei mengenai investasi selalu yang membuat Indonesia kurang menarik itu selalu muncul karena infrastruktur sangat tertinggal," imbuhnya.

Investor yang masuk ke Indonesia, kata Bambang, selalu harus menyiapkan modal yang lebih besar dibanding nilai investasi intinya. Sebab mereka juga harus mengeluarkan uang untuk mendukung infrastruktur yang masih minim di wilayah investasi yang dibidiknya.

"Mereka harus tambahin capex (capital expenditure) hanya untuk menambah investasi infrastruktur. Misalnya dia bangun pabrik harus punya genset, yang harusnya tidak perlu kalau listrik stabil. Genset itu mahal operasinya. Genset harus beli, kedua bahan bakarnya yang harganya jauh lebih mahal dari tarif listrik normal," tukasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads