Audit Bantuan Tsunami, Indonesia Gelar Konferensi Internasional BPK

Audit Bantuan Tsunami, Indonesia Gelar Konferensi Internasional BPK

- detikFinance
Senin, 18 Apr 2005 23:15 WIB
Jakarta - Pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Asia Selatan, berbagai bentuk bantuan datang kepada negara yang terkena bencana. Akuntabilitas dan transparansi terhadap aliran bantuan menjadi sangat penting, agar bantuan itu tepat sasaran. Sebuah konferensi internasional akan digelar untuk menformulasikan sistem audit yang tepat.Indonesia akan menggelar konferensi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) internasional di Jakarta 25-26 April 2005 mendatang. Konferensi ini akan diikuti oleh BPK dari negara yang terkena bencana tsunami.Negara yang terkena bencana tsunami seperti Bangladesh, Maladewa, Srilangka, Thailand dipastikan BPK-nya akan mengikuti konferensi itu. Konferensi itu juga akan dikuti negara lainnya, seperti Amerika Serikat (AS), Belanda, Arab, Australia, Filipina, Cina, Kanada Jerman, Inggris, dan Malaysia.Ketua BPK Anwar Nasution dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (18/4/2005) menyatakan, konferensi dilakukan untuk mencari formulasi audit khusus terhadap dana atau bantuan yang diberikan negara donor kepada negara korban tsunami. "Konferensi akan diikuti 17 negara donor dan negara penerima bantuan, lembaga donor serta LSM asing dan lokal," kata Anwar. Anwar menyatakan, konferensi ini adalah yang pertama kalinya digelar berkaitan dengan bantuan khusus yang diberikan negara donor kepada negara penerima. "Ini bukti keseriusan kami memberantas korupsi. Agar akuntabilitas dan transparansi bantuan dapat terjamin," tegasnya.Anwar juga menyatakan, perlu formulasi khusus atau sistem audit tersendiri terhadap dana bantuan tersebut. "Kita sudah mempunyai rancangan bagaimana sistem auditnya. Saat ini tengah disusun rancangannya, karena audit seperti ini berbeda dengan sistem pengauditan anggaran biasa," tegasnya. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads