Follow detikFinance
Senin 13 Mar 2017, 20:40 WIB

Di Masa Depan Bayar Tol Bisa dari Rekening Ponsel

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Di Masa Depan Bayar Tol Bisa dari Rekening Ponsel Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah menargetkan penetrasi penggunaan uang elektronik di gerbang tol di Indonesia tahun ini mencapai 100%. Artinya tidak akan ada lagi pembayaran yang dilakukan dengan cash atau tunai.

Namun demikian, salah satu hambatan yang membuat masyarakat enggan melakukan transaksi non tunai di tol adalah sulitnya melakukan isi ulang atau top up pada uang elektronik atau kartu e-money nya. Lantas, apa yang bisa dilakukan pemerintah sebagai solusi dari masalah tersebut?

"Saat ini yang bisa memenuhi standar kecepatan untuk tap kontak adalah chip based (kartu). Kalau nanti server based kita bisa memenuhi, dia harus bisa selesai di bawah dua detik. Tapi saat ini kami melihat masih chip based yang bisa menjawab," kata Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Pungky P. Wibowo saat dijumpai di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Perlu diketahui, berdasarkan medianya, uang elektronik terbagi menjadi dua yaitu chip based dan server based. Jika Chip-based, nilai uang disimpan dalam media chip dan transaksinya dilakukan secara offline seperti uang elektronik yang ada saat ini, yakni Brizzi (Bank BRI), Flazz untuk BCA dan Mandiri e-Money untuk Bank Mandiri. Sedangkan pada uang elektronik server based, nilai uang disimpan dalam server dan transaksi dilakukan secara online. Bank yang menggunakan sistem server based seperti CIMB Niaga (Rekening Ponsel) dan Permata Bank (BBM Money).

Namun demikian, ia tak menutup kemungkinan apakah hal tersebut nantinya akan bisa diterapkan, tergantung kepada kesiapan dari industri terkait.

"Apakah ke depan bisa server based? Kita lihat nanti ke depan. Tergantung sama industri. Standarnya kan kita harus kurang dari dua detik," tutur Pungky.

Saat ini kata dia, BI bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Perbankan tengah mencari cara bagaimana agar pengisian ulang uang elektroniknya dapat lebih mudah dilakukan. Salah satu opsi yang kemungkinan akan dilaksanakan adalah mengadakan fasilitas top up di setiap rest area yang ada pada setiap ruas tol.

"Kadang-kadang kan orang malas karena masalah top up nya susah kan ya. Itu yang kita sedang kerjasama dengan BPJT dan perbankan, untuk setiap rest area itu ada fasilitas top up. Apakah nanti fasilitas top up itu ada di gardu-gardu atau yang lain? Itu yang sedang kita godok sampai tadi pagi. Sehingga memudahkan. Makanya sekarang ini dibuka semua bisa tunai, non tunai untuk semua gardu," pungkasnya. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed