Jokowi Rayu Pengusaha Korsel Garap Industri Kreatif RI

Jokowi Rayu Pengusaha Korsel Garap Industri Kreatif RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 14 Mar 2017 11:24 WIB
Jokowi Rayu Pengusaha Korsel Garap Industri Kreatif RI
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Indonesia-Korea Business Summit yang digelar hari ini di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/3/2017). Acara ini dihadiri oleh ratusan investor Korea Selatan dan Indonesia, termasuk Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan, Joo Hyung Hwan.

Para pengusaha Korea Selatan yang hadir di antaranya seperti Chung Iin Haeng (President of Hyundai Motor Group), Cho Yangho (Chairman Korean Air), Park Jin Soo (CEO LG Chem) maupun Lee Soo-Man (Chairman SM Entertainment Group).

Dalam paparannya, Jokowi menyampaikan sejumlah peluang investasi di Indonesia. Di antaranya adalah proyek infrastuktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Infrastruktur memang menjadi masalah selama ini. Indonesia akan mengaitkan dan menghubungkan setiap bagian negara ini lewat infrastruktur. Dua tahun lalu, kami mengurangi subsidi bahan bakar lebih dari 80%, yang akan kami alokasikan kembali ke dalam dana pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah," ujar Jokowi.

"Ini termasuk ke dalam proyek listrik 35.000 MW, 1000 km jalan tol, 3.258 km jalur kereta api, 15 bandara baru dan 10 renovasi bandara, dan 24 pelabuhan," tambahnya.

Jokowi menilai masih ada banyak sektor yang bisa dikerjasamakan antara Indonesia dan Korea Selatan. Misalnya adalah industri kreatif.

"Saya ingin mengajak anda ke tahapan selanjutnya, yakni ke industri kreatif dan pariwisata. Kultur dan tradisi Indonesia yang kaya seperti kerajinan tangan dan kesenian, menandakan kami punya banyak keahlian di industri kreatif dan juga pengalaman. So, let's go together," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BKPM, investasi dari Korea Selatan selama lima tahun terakhir periode 2012-2016 mencapai US$ 7,5 miliar dan terdiri dari 7.607 proyek. Jumlah investasi tersebut membuat posisi Korea Selatan berada di posisi ketiga di bawah Singapura (US$ 30,4 miliar) dan Jepang (US$ 18 miliar), serta di atas Malaysia (US$ 7,2 miliar) dan Amerika Serikat (US$ 7 miliar). (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads