Cabai Rawit Merah Mahal, Untung Pengusaha Makanan Seret

Cabai Rawit Merah Mahal, Untung Pengusaha Makanan Seret

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Mar 2017 12:22 WIB
Cabai Rawit Merah Mahal, Untung Pengusaha Makanan Seret
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Jakarta - Lonjakan harga cabai rawit merah bukan cuma membuat pusing ibu-ibu rumah tangga. Pengusaha makanan, khususnya yang memakai cabai sebagai bahan baku, juga harus 'putar otak' agar bisa tetap jualan tanpa menaikkan harga, meskipun biaya produksi naik karena lonjakan harga cabai.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, mengatakan sebagian pengusaha melakukan efisiensi dengan memangkas margin, dan tidak menaikkan harga jual.

Kita hanya melakukan efisiensi. Kita sulit menaikkan harga jual karena ini kan sifatnya sementara," ujar Adhi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Turun, Tapi Masih di Atas Rp 100.000/Kg

Sedangkan sebagian lagi ada yang mengganti bahan baku dari cabai segar beralih ke cabai pasta.

"Ada yang ganti jadi cabai pasta. Tapi ada yang terpaksa tetap beli cabai segar karena kebutuhan formulanya. Mereka ingin tetap jaga mutu produknya," terang Adhi.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Petani Masih Tinggi, Ini Datanya

Dia mengaku tidak tahu berapa besar margin yang dipangkas. Namun, bagi pengusaha yang penting produksi tetap berjalan.

"Karena masing-masing perusahaan berbeda-beda strateginya. Tapi pasti memangkas margin secara otomatis. Yang penting mereka tetap berproduksi, karena kalau tidak berproduksi sehari saja kerugiannya besar," imbuhnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads