Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, mengatakan India sejak Januari lalu menggeser posisi Jepang sebagai negara tujuan ekspor utama ketiga Indonesia untuk non migas. Sementara posisi pertama tetap dipegang China, dan disusul Amerika Serikat di urutan ketiga.
"Ini yang menarik bahwa Jepang sekarang posisinya bergeser ke nomor 4. Biasanya selalu berada di nomor 3 tujuan ekspor utama Indonesia, tapi diganti Jepang," kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, ekspor terbesar ke India masih didominasi oleh ekspor minyak sawit atau CPO dan batubara. Bahkan, kendaraan roda empat buatan Indonesia mulai banyak dilirik di sana.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi, berujar selain India, negara lainnya di Asia Selatan juga mengalami kenaikan, yaitu Pakistan.
"Memang kadang-kadang (India) mengalami penurunan tetapi Pakistan mengalami kenaikan. Kita sebutnya menambah, memang ada naik turun di India tetapi kita sekarang juga menambah pasar di Pakistan. Masih di subkontinen, tetapi itu saya kira ada indikasi dari perdagangan di Indian Ocean," terang Sasmito.
Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, India juga jadi negara dengan penduduk terbesar dunia. Sehingga prospek komoditas ekspor Indonesia ke negara itu sangat prospektif.
"Saya kira karena India penduduknya lebih banyak, tumbuhnya cepat. Artinya prospeknya untuk dinamika ke depan jadi lebih terbuka. Kalau Jepang relatif stabil dan maunya yang kualitas tinggi. Kalau India dari segala kualitas bisa. Mau paling tinggi, mau paling murah bisa. Sama kaya kita kan," pungkas Sasmito. (idr/mkj)











































