Follow detikFinance
Rabu 15 Mar 2017, 17:28 WIB

Transaksi Non Tunai, Pengelola Tol Tak Perlu Siapkan Uang Kembalian

Fadhly F Rachman - detikFinance
Transaksi Non Tunai, Pengelola Tol Tak Perlu Siapkan Uang Kembalian Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah tahun ini berupaya untuk mengubah seluruh transaksi pembayaran di gerbang tol yang ada menjadi transaksi elektronik. Jadi, seluruh gardu tol nantinya tidak lagi melayani pembayaran tunai.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani, mengatakan bahwa upaya pemerintah untuk menghilangkan transaksi non tunai berdampak positif terhadap operator jalan tol pelat merah tersebut.

"Aturan ini seharusnya lebih berdampak positif ke pengguna tol karena bisa mengurangi antrean. Namun, para operator seperti Jasa Marga juga mendapatkan manfaat positif dari aturan tersebut," ungkap Desi di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Desi menjelaskan, dampak positif yang didapatkan oleh Jasa Marga dari aturan tersebut, antara lain Jasa Marga tak perlu menyiapkan uang kembalian seperti yang biasa dilakukan untuk pembayaran non tunai. Dengan begitu, Jasa Marga tak perlu repot selalu mempersiapkan kebutuhan tersebut.

"Dari Jasa Marga secara korporasi, dengan menggunakan transaksi e-Toll, kami tidak perlu menyediakan uang kembalian yang selalu repot kami siapkan," ungkap Desi.

Selain itu, kata Desi, didorongnya transaksi non tunai atau cashless ini bisa membuat pengendalian infrastruktur menjadi lebih baik. Ia mengatakan, rencana ini memberikan dampak yang positif oleh semua pihak.

"Pengendalian infrastruktur jadi lebih baik, karena semua dengan mesin. Jadi ini memberikan solusi yang baik bagi semua pihak," ujarnya.

Oleh karenanya, Desi mengatakan, bahwa Jasa Marga bersama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus melakukan sosialisasi di bawah koordinasi Bank Indonesia, untuk mendorong masyarakat menggunakan transaksi elektronik dalam pembayaran tol.

"Memang utilisasinya yang masih 24%. Untuk itu ke depan, kami bersama dengan Himbara di bawah kordinasi Bank Indonesia, akan lebih meningkatkan lagi sosialisasi atau campaign yang lebih besar sehingga utilisasi e-Toll ini meningkat, dan memang target Bank Indonesia 100% di tahun ini," ujarnya.

"Jadi kami mendorong cashless ini cepat tercapai, dan tidak mudah mendorong masyarakat untuk memakai e-toll card. Karena baru 24% utilisasinya, jadi kita harapkan dengan kebijakan pemerintah, itu akan terjadi akselerasi," tutup Desi. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed