Penegasan dukungan langsung itu, kata Susi, membuat kerja kerasnya membabat maling ikan lewat koordinasi dengan Polri dan TNI jadi sangat efektif.
"Kita bersama dua tahun terakhir bekerja keras melakukan pemberantasan illegal fishing, itu dilakukan untuk mendukung misi Presiden atas laut kita. Saat awal mulai sangat sulit sekali karena kepentingan politik dan sulitnya koordinasi. Tapi dengan dukungan Presiden semua bisa dilakukan," ucap Susi di kantornya, Jakarta, Kamis (16/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan itu termasuk dalam keputusannya di awal pemerintahan untuk menenggelamkan kapal pencuri ikan untuk menimbulkan efek jera. Menurut Susi, Jokowi menegaskan penindakan tegas tersebut sudah sesuai aturan.
"Jadi Presiden sangat mendukung untuk tindakan deterrence effect, bahwa itu sudah sesuai dengan konstitusi. Bahkan saya juga mendapat dukungan internasional karena illegal fishing tak hanya soal pencurian ikan, tapi juga soal penyelundupan, perdagangan manusia, hewan langka, perbudakan, narkoba, dan perdagangan senjata," ujar Susi.
Menurutnya, tanpa dukungan semua itu, terutama dari Jokowi, pemberantasan illegal fishing hampir mustahil dilalukan. Apalagi selama puluhan tahun pencurian ikan sudah jadi masalah yang sangat pelik.
"Kita lihat satu dekade terakhir pencurian ikan begitu masif. Juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, dengan metode penangkapan yang merusak lingkungan. Tapi di sisi lain kontribusi pada pajak dan ekonomi kecil, karena penangkapan ikan tidak dilaporkan karena dilakukan dengan transhipment," ungkap Susi. (idr/hns)











































